Selasa, 25 Maret 2008
Seminar Pepulih
Seminar “Pandangan Gereja terhadap Permasalahan Sumber Daya Alamdan Lingkungan Hidup”
Pembicara : DR. Sonny Keraf – Etika Lingkungan
Suparmoko – Indonesia dan Potret Permasalahan SDALH
Rm. Moderator – Tinjauan Teologis
Dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Sabtu, 24 April 2004
Tempat : Aula Katedral
Jam : 09.00 – 12.00 WIB
Leaflet Pepulih 2004
Sadarkah Anda, setiap hari Anda menghasilkan sampah?
Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan hidup di wilayah perkotaan khususnya di Jakarta. Volume sampah di Jakarta pada tahun 2000 adalah 9.380.500 m3 setahun. Sampai saat ini masalah sampah belum teratasi secara efektif dan menyeluruh. Hal ini berkaitan erat dengan pengetahuan dan perilaku masyarakat. Padahal dengan sedikit pengetahuan dan kesadaran dari masing-masing anggota masyarakat, sampah tidak lagi menjadi masalah bahkan dapat menambah pendapatan dan menghemat pengeluaran.
Sampah merupakan barang/benda yang sudah tidak dikehendaki oleh pemilik/pemakainya. Sampah dapat dikelompokkan menjadi sampah industri dan sampah rumah tangga. Tahukah anda bahwa kenyataannya, rumah tangga adalah penyumbang sampah terbesar di Jakarta yaitu 51.22 %.
Sampah rumah tangga dibagi menjadi dua jenis yaitu Sampah basah dan Sampah kering.
Sampah basah sering disebut sampah organik yaitu sampah dari bahan yang mudah membusuk seperti sisa makanan, daging, sayur mayur, buah-buahan.
Sedangkan sampah kering dibedakan menjadi dua yaitu Sampah Logam dan Sampah Non Logam..
Sampah Logam, contohnya: baterai bekas dan besi tua dari pagar rumah tangga, pintu, teralis, drum, dll.
Sampah Non Logam dibagi menjadi beberapa jenis yaitu plastik, kertas, gelas/kaca, keramik.
Sampah plastik contohnya : plastik dalam bentuk pembungkus, kantong sampah, tas, botol makanan/soft drink, mainan anak-anak, wadah kosmetika, pengemas/wadah margarine, susu, dll
Sampah kertas contohnya : Koran, tabloid, majalah, buku dan lembaran dokumen.
Sampah gelas/kaca contohnya : botol kecap, botol minuman, gelas, piring dll.
Bagaimana kita memperlakukan sampah rumah tangga tersebut?
Caranya pertama sampah harus kumpulkan di tempat-tempat tertentu dan dipilah-pilah berdasarkan jenisnya. Pembakaran sampah bukan jalan keluar karena menambah polusi udara. Karena pembakaran sampah mengeluarkan gas pada hujan asam (acid rain), racun logam berat (toxic heavy metal) dan dioxins. Sampah baterai harus diperlakukan secara khusus karena dampak B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) terhadap kesehatan tak boleh diabaikan.
Setelah itu perubahan perilaku dengan menerapkan 4 R yaitu Reduce/Mengurangi, Reuse/Menggunakan ulang, Recycle/Mendaur ulang dan Replant/Menanam kembali.
Bagaimana prakteknya?
Reduce/Mengurangi atau tepatnya menghemat pemakaian.
Menghemat pemakaian listrik,air,kertas, bahan bakar, dll.
Contohnya:
Jika berbelanja, biasakan membawa tas atau kantong belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.
Biasakan membeli barang kebutuhan seperti shampoo, inyak goring atau pembersih lantai dalam kemasan besar. Lebih hemat dan praktis dari pada membeli dalam ukuran kecil yang pasti akan memperbanyak sampah.
Gunakan piring dan gelas jika ada pesta atau pertemuan. Mengkonsumsi minuman dalam kemasan dan peralatan pesta dari plastik seperti box nasi akan memperbanyak sampah.
Setiap halaman rumah hendaknya tidak ditutup semua dengan semen tetapi diberi sedikir tanah mempunyai menjadi resapan air sehingga jika turun hujan air tidak mengalir keluar melainkan terserap kedalam tanah.
Reuse/Menggunakan ulang
Contohnya:
Untuk mengemas makanan, gunakan kotak makanan yang mudah dibersihkan dan dapat digunakan kembali.
Untuk sehari-hari biasakan menggunakan satu gelas untuk minum, berganti-ganti gelas akan menghabiskan air dan sabun untuk mencucinya.
Belilah kecap dalam kemasan botol yang bisa ditukar jika anda membeli kembali.
Bekas botol selai atau kopi dapat dihias dan dijadikan tempat permen yang cantik.
Ember bekas dapat dijadikan pot tanaman atau alat pembuat kompos.
Air cucian beras, sayur mayur, teh basi dan air aquarium dapat digunakan untuk menyiram tanaman.
Air cucian pakaian bilasan terakhir dapat digunakan untuk mengepel lantai atau mencuci sepeda, motor atau ban mobil.
Buku-buku pelajaran yang sudah tidak terpakai dapat disumbangkan kepada orang yang membutuhkan.
Biasakan menggunakan kertas atau fotocopy secara bolak balik. Dengan menghemat penggunaan kertas berarti anda mengurangi penebangan pohon yang menjadi bahan baku pembuatan kertas.
Recycle/Mendaur ulang
Contohnya:
Kertas bekas Koran atau majalah dapat didaur ulang menjadi kertas daur ulang yang menjadi kertas yang bernilai seni tinggi.
Sampah plastik seperti gelas/botol air minum dalam kemasan dapat didaur ulang menjadi busa untuk sofa, sebaiknya dikumpulkan dan diberikan kepada pemulung.
Replant/Menanam kembali.
Contohnya:
Biji-bijian dari cabe, tomat, pepaya dan buah-buahan lainnya dapat ditanam. Setelah berbuah dapat mengurangi pengeluaran uang belanja. Begitu juga dengan tanaman obat serta bumbu dapur yang sangat mudah menanamnya.
Sampah dapur sisa sayur dan buah dapat diolah menjadi pupuk organik dan kompos sehingga tanaman ditanam tanpa memakai pupuk kimiawi.
Menanam sebanyak mungkin tanaman di rumah. Dengan demikian rumah menjadi sehat, sejuk dan berlimpah oksigen.
Jika setiap keluarga melakukan contoh-contoh diatas, seperti menghemat sumber daya air, listrik berarti setiap anggota keluarga melatih sikap tidak boros dan konsumtif. Harus disadari bahwa sumber daya alam mempunyai keterbatasan. Selain itu dengan pemilahan sampah sebelum diberikan kepada pemulung, kita memperlakukan pemulung dengan lebih manusiawi karena pemulung tidak perlu lagi mengais-ngais sampah. Dengan demikian setiap anggota keluarga mempunyai sikap ramah dan menghargai semua ciptaan Tuhan, termasuk alam, manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan.
Pemanfaatan sampah dapur/sampah organik menjadi kompos dan pupuk organik.
Kumpulkan kulit telur, sayur mayur, kulit buah buahan dan sisa-sisa makanan seperti nasi, tulang ayam, ikan, dll
Potong-potong sisa sayur dan kulit buah-buahan menjadi potongan yang lebih kecil. Kulit telur, tulang ayam dan ikan dihancurkan. Setelah dipotong-potong siap menjadi bahan kompos.
Siapkan wadah kompos :
alternatif pertama dari tong bekas cat atau ember bekas yang ada tutupnya dan telah diberi penyaring dan keran dibagian bawahnya
alternatif lain siapkan kantong plastik.
Masukan bahan kompos ke dalam tong bekas atau kantong plastik.
Siapkan cairan mikroorganisma.
Lalu semprotkan secara merata pada bahan kompos.
Tutup tong atau ikat kantong plastik.
Hari berikutnya jika ada sampah dapur, lalukan cara no. 2 s.d. 7. begitu seterusnya. Jangan lupa untuk mengaduk bahan kompos yang baru dengan yang lama agar hasilnya merata.
Jika tong atau kantong sudah penuh. Diamkan selama 3 (tiga) minggu. Setelah 3 (tiga) minggu, bahan kompos akan menyusut dan terbagi menjadi kompos dan pupuk cair.
Pupuk cair dapat diambil melalui keran. Sedangkan kantong plastik dapat digunting bagian ujungnya sehingga cairan dapat ditampung.
Kompos padat kemudian dijemur selama seminggu atau sampai kering. Setelah kering siap digunakan. Jika ingin halus dapat dihancurkan dengan ditumbuk atau menggunakan alat pengiling.
Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan hidup di wilayah perkotaan khususnya di Jakarta. Volume sampah di Jakarta pada tahun 2000 adalah 9.380.500 m3 setahun. Sampai saat ini masalah sampah belum teratasi secara efektif dan menyeluruh. Hal ini berkaitan erat dengan pengetahuan dan perilaku masyarakat. Padahal dengan sedikit pengetahuan dan kesadaran dari masing-masing anggota masyarakat, sampah tidak lagi menjadi masalah bahkan dapat menambah pendapatan dan menghemat pengeluaran.
Sampah merupakan barang/benda yang sudah tidak dikehendaki oleh pemilik/pemakainya. Sampah dapat dikelompokkan menjadi sampah industri dan sampah rumah tangga. Tahukah anda bahwa kenyataannya, rumah tangga adalah penyumbang sampah terbesar di Jakarta yaitu 51.22 %.
Sampah rumah tangga dibagi menjadi dua jenis yaitu Sampah basah dan Sampah kering.
Sampah basah sering disebut sampah organik yaitu sampah dari bahan yang mudah membusuk seperti sisa makanan, daging, sayur mayur, buah-buahan.
Sedangkan sampah kering dibedakan menjadi dua yaitu Sampah Logam dan Sampah Non Logam..
Sampah Logam, contohnya: baterai bekas dan besi tua dari pagar rumah tangga, pintu, teralis, drum, dll.
Sampah Non Logam dibagi menjadi beberapa jenis yaitu plastik, kertas, gelas/kaca, keramik.
Sampah plastik contohnya : plastik dalam bentuk pembungkus, kantong sampah, tas, botol makanan/soft drink, mainan anak-anak, wadah kosmetika, pengemas/wadah margarine, susu, dll
Sampah kertas contohnya : Koran, tabloid, majalah, buku dan lembaran dokumen.
Sampah gelas/kaca contohnya : botol kecap, botol minuman, gelas, piring dll.
Bagaimana kita memperlakukan sampah rumah tangga tersebut?
Caranya pertama sampah harus kumpulkan di tempat-tempat tertentu dan dipilah-pilah berdasarkan jenisnya. Pembakaran sampah bukan jalan keluar karena menambah polusi udara. Karena pembakaran sampah mengeluarkan gas pada hujan asam (acid rain), racun logam berat (toxic heavy metal) dan dioxins. Sampah baterai harus diperlakukan secara khusus karena dampak B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) terhadap kesehatan tak boleh diabaikan.
Setelah itu perubahan perilaku dengan menerapkan 4 R yaitu Reduce/Mengurangi, Reuse/Menggunakan ulang, Recycle/Mendaur ulang dan Replant/Menanam kembali.
Bagaimana prakteknya?
Reduce/Mengurangi atau tepatnya menghemat pemakaian.
Menghemat pemakaian listrik,air,kertas, bahan bakar, dll.
Contohnya:
Jika berbelanja, biasakan membawa tas atau kantong belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.
Biasakan membeli barang kebutuhan seperti shampoo, inyak goring atau pembersih lantai dalam kemasan besar. Lebih hemat dan praktis dari pada membeli dalam ukuran kecil yang pasti akan memperbanyak sampah.
Gunakan piring dan gelas jika ada pesta atau pertemuan. Mengkonsumsi minuman dalam kemasan dan peralatan pesta dari plastik seperti box nasi akan memperbanyak sampah.
Setiap halaman rumah hendaknya tidak ditutup semua dengan semen tetapi diberi sedikir tanah mempunyai menjadi resapan air sehingga jika turun hujan air tidak mengalir keluar melainkan terserap kedalam tanah.
Reuse/Menggunakan ulang
Contohnya:
Untuk mengemas makanan, gunakan kotak makanan yang mudah dibersihkan dan dapat digunakan kembali.
Untuk sehari-hari biasakan menggunakan satu gelas untuk minum, berganti-ganti gelas akan menghabiskan air dan sabun untuk mencucinya.
Belilah kecap dalam kemasan botol yang bisa ditukar jika anda membeli kembali.
Bekas botol selai atau kopi dapat dihias dan dijadikan tempat permen yang cantik.
Ember bekas dapat dijadikan pot tanaman atau alat pembuat kompos.
Air cucian beras, sayur mayur, teh basi dan air aquarium dapat digunakan untuk menyiram tanaman.
Air cucian pakaian bilasan terakhir dapat digunakan untuk mengepel lantai atau mencuci sepeda, motor atau ban mobil.
Buku-buku pelajaran yang sudah tidak terpakai dapat disumbangkan kepada orang yang membutuhkan.
Biasakan menggunakan kertas atau fotocopy secara bolak balik. Dengan menghemat penggunaan kertas berarti anda mengurangi penebangan pohon yang menjadi bahan baku pembuatan kertas.
Recycle/Mendaur ulang
Contohnya:
Kertas bekas Koran atau majalah dapat didaur ulang menjadi kertas daur ulang yang menjadi kertas yang bernilai seni tinggi.
Sampah plastik seperti gelas/botol air minum dalam kemasan dapat didaur ulang menjadi busa untuk sofa, sebaiknya dikumpulkan dan diberikan kepada pemulung.
Replant/Menanam kembali.
Contohnya:
Biji-bijian dari cabe, tomat, pepaya dan buah-buahan lainnya dapat ditanam. Setelah berbuah dapat mengurangi pengeluaran uang belanja. Begitu juga dengan tanaman obat serta bumbu dapur yang sangat mudah menanamnya.
Sampah dapur sisa sayur dan buah dapat diolah menjadi pupuk organik dan kompos sehingga tanaman ditanam tanpa memakai pupuk kimiawi.
Menanam sebanyak mungkin tanaman di rumah. Dengan demikian rumah menjadi sehat, sejuk dan berlimpah oksigen.
Jika setiap keluarga melakukan contoh-contoh diatas, seperti menghemat sumber daya air, listrik berarti setiap anggota keluarga melatih sikap tidak boros dan konsumtif. Harus disadari bahwa sumber daya alam mempunyai keterbatasan. Selain itu dengan pemilahan sampah sebelum diberikan kepada pemulung, kita memperlakukan pemulung dengan lebih manusiawi karena pemulung tidak perlu lagi mengais-ngais sampah. Dengan demikian setiap anggota keluarga mempunyai sikap ramah dan menghargai semua ciptaan Tuhan, termasuk alam, manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan.
Pemanfaatan sampah dapur/sampah organik menjadi kompos dan pupuk organik.
Kumpulkan kulit telur, sayur mayur, kulit buah buahan dan sisa-sisa makanan seperti nasi, tulang ayam, ikan, dll
Potong-potong sisa sayur dan kulit buah-buahan menjadi potongan yang lebih kecil. Kulit telur, tulang ayam dan ikan dihancurkan. Setelah dipotong-potong siap menjadi bahan kompos.
Siapkan wadah kompos :
alternatif pertama dari tong bekas cat atau ember bekas yang ada tutupnya dan telah diberi penyaring dan keran dibagian bawahnya
alternatif lain siapkan kantong plastik.
Masukan bahan kompos ke dalam tong bekas atau kantong plastik.
Siapkan cairan mikroorganisma.
Lalu semprotkan secara merata pada bahan kompos.
Tutup tong atau ikat kantong plastik.
Hari berikutnya jika ada sampah dapur, lalukan cara no. 2 s.d. 7. begitu seterusnya. Jangan lupa untuk mengaduk bahan kompos yang baru dengan yang lama agar hasilnya merata.
Jika tong atau kantong sudah penuh. Diamkan selama 3 (tiga) minggu. Setelah 3 (tiga) minggu, bahan kompos akan menyusut dan terbagi menjadi kompos dan pupuk cair.
Pupuk cair dapat diambil melalui keran. Sedangkan kantong plastik dapat digunting bagian ujungnya sehingga cairan dapat ditampung.
Kompos padat kemudian dijemur selama seminggu atau sampai kering. Setelah kering siap digunakan. Jika ingin halus dapat dihancurkan dengan ditumbuk atau menggunakan alat pengiling.
Warta Pemikat 2004
ANDA PEDULI LINGKUNGAN? GABUNG YUK!
Satu lagi kelompok kategorial dibentuk dalam naungan Pemikat-KAJ. Kelompok ini hadir sebagai wadah umat Katolik yang mempunyai kepedulian terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup (SDALH).
Berawal dari keprihatinan Ibu Maria Purwanto, seorang ibu rumah tangga yang sejak tahun 80-an aktif di beberapa kelompok kategorial KAJ. Beliau melihat ada puluhan kelompok kategorial tapi belum ada kelompok yang mengkhususkan pada kepedulian terhadap lingkungan. Padahal setiap umat manusia dalam kehidupan sehari-hari pasti berkaitan erat dengan lingkungan hidup mulai udara yang kita hirup, makanan yang kita makan sampai sampah yang dihasilkan dari setiap rumah tangga. Maka dengan niat yang tulus dan semangat baja, ibu yang sedang melanjutkan studi S2 lingkungan di UI ini, menghadap Vikep KAJ - Romo BS Mardi Atmadja, SJ; 8 bulan yang lalu untuk meminta pandangan dan menjajaki kemungkinan dibentuknya kelompok peduli lingkungan. Gayung bersambut dan jalanpun terbuka. Berbekal restu dari Romo Mardi, Ibu Maria mulai menghubungi semua teman- kenalan yang berkecimpung di bidang lingkungan hidup dan mempunyai background pendidikan yang berkaitan dengan lingkungan, juga para pemerhati masalah-masalah lingkungan.
Akhirnya pertemuan perdana Sabtu, 28 Februari 2004 pun terwujud. Dihadiri beberapa perwakilan dari S2 Lingkungan UI, Walhi, Majalah Lingkungan Ozon dan beberapa pemerhati lingkungan. Pertemuan perdana ini sebagai ajang saling mengenal dan saling mengutarakan keprihatinan masing-masing mengenai menurunnya kualitas lingkungan hidup di sekitar dan juga refleksi atas peran gereja terhadap masalah-masalah pelestarian SDALH.
Tak dapat dipungkiri permasalahan SDALH merupakan isu yang kompleks dan bersinggungan dengan banyak aspek kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial dan budaya serta melibatkan multi stakeholder yaitu pemerintah, praktisi/industrialis, LSM dan Media Massa. Berpijak dari kesadaran itu dan atas dasar keprihatinan atas kiprah gereja maka kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan berkaitan dengan pencerahan iman, teologis dan filosofis melalui seminar/diskusi dan tindakan nyata seperti penyuluhan/pelatihan, aksi tanam pohon dll. Keseimbangan alam di lingkungan perkotaan/urban menjadi fokus kegiatan mengingat umat yang terlibat berada dalam wilayah KAJ. Ide road show ke paroki-paroki pun tercetus supaya dapat menjangkau ibu-ibu WKRI maupun bapak-bapak di Dewan Paroki sampai anak-anak mudika dan bina iman.
Pertemuan-pertemuan selanjutnya menggodok berbagai masalah yang berkaitan dengan bentuk organisasi dan kepengurusan, nama kelompok sampai rencana launching kelompok ini. Hasilnya: St. Fransiskus Asisi menjadi santo pelindung kelompok ini, terbentuk susunan kepengurusan, mailing list sebagai sarana komunikasi: peduli_lingkungan_kaj@yahoogroups.com, acara launching kelompok peduli lingkungan akan mengambil moment peringatan Hari Bumi Internasional di bulan April. Bentuk acara diawali Misa peneguhan dan pelantikan pengurus dilanjutkan dengan seminar. Kelompok ini sangat terbuka bagi umat katolik di KAJ yang mempunyai kepedulian terhadap pelestarian SDALH apalagi mempunyai background pendidikan ilmu lingkungan dan bekerja di perusahaan dan lembaga yang berkecimpung di pengelolaan SDALH. Jadi bagi siapa saja yang mempunyai keprihatian dan komitmen untuk berbuat sesuatu bagi lingkungan hidup melalui wadah ini, ayo bergabung!
SUSUNAN PENGURUS
Ketua : Maria Ratnaningsih
Wakil Ketua : Alfanti Larasati, Msc
Sekretaris I : Maria Purwanto
Sekretaris II : Helen Loura D S.Komp, Anastasia Shanty
Bendahara : J. Purwanto, SE, MBA, MM
Koordinator Kegiatan : Dr. Rd. Aj. Theresia Indrawanti P Msc. Dra
Perencana Kegiatan : Monique, Ir. Swasti
Koordinator Working Group : - akan menyusul -
Humas : Very Hardiman S.Fil, Donatus Nador S.Fil,
Nico Koli S.Fil
Tim Ahli : DR. Sonny Keraf (Mantan Menteri Lingkungan Hidup)
F. Soeseno (Ketua Mitra Emisi Bersih)
S. Dirgono Mastu (Direktur PT. Gemini Satria Film)
Johny P Kusumo (Kementrian Lingkungan Hidup)
Suparmoko
Satu lagi kelompok kategorial dibentuk dalam naungan Pemikat-KAJ. Kelompok ini hadir sebagai wadah umat Katolik yang mempunyai kepedulian terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup (SDALH).
Berawal dari keprihatinan Ibu Maria Purwanto, seorang ibu rumah tangga yang sejak tahun 80-an aktif di beberapa kelompok kategorial KAJ. Beliau melihat ada puluhan kelompok kategorial tapi belum ada kelompok yang mengkhususkan pada kepedulian terhadap lingkungan. Padahal setiap umat manusia dalam kehidupan sehari-hari pasti berkaitan erat dengan lingkungan hidup mulai udara yang kita hirup, makanan yang kita makan sampai sampah yang dihasilkan dari setiap rumah tangga. Maka dengan niat yang tulus dan semangat baja, ibu yang sedang melanjutkan studi S2 lingkungan di UI ini, menghadap Vikep KAJ - Romo BS Mardi Atmadja, SJ; 8 bulan yang lalu untuk meminta pandangan dan menjajaki kemungkinan dibentuknya kelompok peduli lingkungan. Gayung bersambut dan jalanpun terbuka. Berbekal restu dari Romo Mardi, Ibu Maria mulai menghubungi semua teman- kenalan yang berkecimpung di bidang lingkungan hidup dan mempunyai background pendidikan yang berkaitan dengan lingkungan, juga para pemerhati masalah-masalah lingkungan.
Akhirnya pertemuan perdana Sabtu, 28 Februari 2004 pun terwujud. Dihadiri beberapa perwakilan dari S2 Lingkungan UI, Walhi, Majalah Lingkungan Ozon dan beberapa pemerhati lingkungan. Pertemuan perdana ini sebagai ajang saling mengenal dan saling mengutarakan keprihatinan masing-masing mengenai menurunnya kualitas lingkungan hidup di sekitar dan juga refleksi atas peran gereja terhadap masalah-masalah pelestarian SDALH.
Tak dapat dipungkiri permasalahan SDALH merupakan isu yang kompleks dan bersinggungan dengan banyak aspek kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial dan budaya serta melibatkan multi stakeholder yaitu pemerintah, praktisi/industrialis, LSM dan Media Massa. Berpijak dari kesadaran itu dan atas dasar keprihatinan atas kiprah gereja maka kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan berkaitan dengan pencerahan iman, teologis dan filosofis melalui seminar/diskusi dan tindakan nyata seperti penyuluhan/pelatihan, aksi tanam pohon dll. Keseimbangan alam di lingkungan perkotaan/urban menjadi fokus kegiatan mengingat umat yang terlibat berada dalam wilayah KAJ. Ide road show ke paroki-paroki pun tercetus supaya dapat menjangkau ibu-ibu WKRI maupun bapak-bapak di Dewan Paroki sampai anak-anak mudika dan bina iman.
Pertemuan-pertemuan selanjutnya menggodok berbagai masalah yang berkaitan dengan bentuk organisasi dan kepengurusan, nama kelompok sampai rencana launching kelompok ini. Hasilnya: St. Fransiskus Asisi menjadi santo pelindung kelompok ini, terbentuk susunan kepengurusan, mailing list sebagai sarana komunikasi: peduli_lingkungan_kaj@yahoogroups.com, acara launching kelompok peduli lingkungan akan mengambil moment peringatan Hari Bumi Internasional di bulan April. Bentuk acara diawali Misa peneguhan dan pelantikan pengurus dilanjutkan dengan seminar. Kelompok ini sangat terbuka bagi umat katolik di KAJ yang mempunyai kepedulian terhadap pelestarian SDALH apalagi mempunyai background pendidikan ilmu lingkungan dan bekerja di perusahaan dan lembaga yang berkecimpung di pengelolaan SDALH. Jadi bagi siapa saja yang mempunyai keprihatian dan komitmen untuk berbuat sesuatu bagi lingkungan hidup melalui wadah ini, ayo bergabung!
SUSUNAN PENGURUS
Ketua : Maria Ratnaningsih
Wakil Ketua : Alfanti Larasati, Msc
Sekretaris I : Maria Purwanto
Sekretaris II : Helen Loura D S.Komp, Anastasia Shanty
Bendahara : J. Purwanto, SE, MBA, MM
Koordinator Kegiatan : Dr. Rd. Aj. Theresia Indrawanti P Msc. Dra
Perencana Kegiatan : Monique, Ir. Swasti
Koordinator Working Group : - akan menyusul -
Humas : Very Hardiman S.Fil, Donatus Nador S.Fil,
Nico Koli S.Fil
Tim Ahli : DR. Sonny Keraf (Mantan Menteri Lingkungan Hidup)
F. Soeseno (Ketua Mitra Emisi Bersih)
S. Dirgono Mastu (Direktur PT. Gemini Satria Film)
Johny P Kusumo (Kementrian Lingkungan Hidup)
Suparmoko
Pemanfaatan sampah dapur/sampah organik menjadi kompos dan pupuk organik
Pemanfaatan sampah dapur/sampah organik menjadi kompos dan pupuk organik.
1. Kumpulkan kulit telur, sayur mayur, kulit buah buahan dan sisa-sisa makanan seperti nasi, tulang ayam, ikan, dll
2. Potong-potong/dicacah/dirajang sisa sayur dan kulit buah-buahan menjadi potongan yang lebih kecil. Kulit telur, tulang ayam dan ikan dihancurkan. Setelah dipotong-potong siap menjadi bahan kompos.
3. Siapkan wadah kompos :
a. alternatif pertama dari tong bekas cat atau ember bekas yang ada tutupnya dan telah diberi penyaring dan keran dibagian bawahnya
b. alternatif lain siapkan kantong plastik.
4. Masukan bahan kompos ke dalam tong bekas atau kantong plastik.
5. Siapkan cairan mikroorganisma.
6. Lalu semprotkan secara merata pada bahan kompos.
7. Tutup tong atau ikat kantong plastik.
8. Hari berikutnya jika ada sampah dapur, lalukan cara no. 2 s.d. 7. begitu seterusnya. Jangan lupa untuk mengaduk bahan kompos yang baru dengan yang lama agar hasilnya merata.
9. Jika tong atau kantong sudah penuh. Diamkan selama 3 (tiga) minggu. Setelah 3 (tiga) minggu, bahan kompos akan menyusut dan terbagi menjadi kompos dan pupuk cair.
10. Pupuk cair dapat diambil melalui keran. Sedangkan kantong plastik dapat digunting bagian ujungnya sehingga cairan dapat ditampung.
11. Kompos padat kemudian dijemur selama seminggu atau sampai kering. Setelah kering siap digunakan. Jika ingin halus dapat dihancurkan dengan ditumbuk atau menggunakan alat pengiling.
1. Kumpulkan kulit telur, sayur mayur, kulit buah buahan dan sisa-sisa makanan seperti nasi, tulang ayam, ikan, dll
2. Potong-potong/dicacah/dirajang sisa sayur dan kulit buah-buahan menjadi potongan yang lebih kecil. Kulit telur, tulang ayam dan ikan dihancurkan. Setelah dipotong-potong siap menjadi bahan kompos.
3. Siapkan wadah kompos :
a. alternatif pertama dari tong bekas cat atau ember bekas yang ada tutupnya dan telah diberi penyaring dan keran dibagian bawahnya
b. alternatif lain siapkan kantong plastik.
4. Masukan bahan kompos ke dalam tong bekas atau kantong plastik.
5. Siapkan cairan mikroorganisma.
6. Lalu semprotkan secara merata pada bahan kompos.
7. Tutup tong atau ikat kantong plastik.
8. Hari berikutnya jika ada sampah dapur, lalukan cara no. 2 s.d. 7. begitu seterusnya. Jangan lupa untuk mengaduk bahan kompos yang baru dengan yang lama agar hasilnya merata.
9. Jika tong atau kantong sudah penuh. Diamkan selama 3 (tiga) minggu. Setelah 3 (tiga) minggu, bahan kompos akan menyusut dan terbagi menjadi kompos dan pupuk cair.
10. Pupuk cair dapat diambil melalui keran. Sedangkan kantong plastik dapat digunting bagian ujungnya sehingga cairan dapat ditampung.
11. Kompos padat kemudian dijemur selama seminggu atau sampai kering. Setelah kering siap digunakan. Jika ingin halus dapat dihancurkan dengan ditumbuk atau menggunakan alat pengiling.
Misa Lingkungan
Buku misa lingkungan
PELANTIKAN PENGURUS
PEPULIH
KELOMPOK KATEGORIAL
BIDANG SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBUKAAN
LAGU PEMBUKAAN : MB 160 – “KELANA”
TANDA SALIB DAN SALAM:
+ Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
P Semoga kemuliaan Bapa, Kemenangan Putra dan kegembiraan dalam Roh Kudus meliputi kita demi nama Allah.
U Sekarang dan selama-lamanya
PENGANTAR
Saudara saudari yang terkasih, dalam suasana Paskah ini kita berkumpul untuk mengucap syukur atas kemenangan Kristus atas maut dan memohon berkatnya untuk pelayanan gereja di bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup. Kiranya kebangkitan Kristus itu membawa semangat bagi kita untuk bangkit dari ketidakpedulian terhadap alam semesta ciptaan Allah, yang kini sudah mulai rusak akibat kita tidak merawat dan memperlakukan alam lingkungan hidup kita dengan semestinya.
Hening sejenak
TOBAT
TUHAN KASIHANILAH KAMI PS 357
KEMULIAAN PS 361
DOA PEMBUKAAN
Kami bersyukur kepada-Mu, ya Allah dan Bapa kami,
sebab Engkau menciptakan langit dan bumi, tumbuh-tumbuhan dan margasatwa.
Engkau menciptakan pula musim-musim dan mengaturnya silih berganti.
Kami bersyukur kepadaMu, sebab Engkau menopang seluruh alam dengan hadirat dan kuasaMu.
Engkau membentuk manusia menurut citra-Mu dan memberinya kuasa atas segala ciptaan.
Engkau menyerahkan alam ini supaya kami olah dan kami manfaatkan guna memajukan kehidupan umat manusia.
Kami bersuka cita karena kemenangan Yesus atas maut.
Kiranya Engkau berkenan membangkitkan harapan serta semangat baru dalam diri kami.
Sambil merayakan kebangkitan Yesus itu, kami mohon: Semoga kami semakin menjiwai semangat kebangkitan dan hidup secara baru, mengikuti langkah Kristus, Tuhan dan pengantara kami, yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
U: Amin.
LITURGI SABDA
BACAAN PERTAMA
Kejadian 2:8-15
Manusia dan Taman Eden
.........Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur, dan ditempatkan-Nya di situ manusia yang sudah dibentuk-Nya itu. TUHAN Allah menumbuhkan segala macam pohon yang indah, yang menghasilkan buah-buahan yang baik. Di tengah-tengah taman tumbuhlah pohon yang memberi hidup, dan pohon yang memberi pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Sebuah sungai mengalir dari Eden, membasahi taman itu; dan di luar Eden sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
Yang pertama bernama Pison; sungai itu mengalir mengelilingi tanah Hawila.
Di situ terdapat emas murni dan juga wangi-wangian yang sulit diperoleh, serta batu-batu permata. Sungai yang kedua bernama Gihon; airnya mengalir mengelilingi tanah Kus.
Sungai yang ketiga bernama Tigris dan mengalir di sebelah timur Asyur. Sungai yang keempat bernama Efrat.
Kemudian TUHAN Allah menempatkan manusia itu di taman Eden untuk mengerjakan dan memelihara taman itu.
LAGU ANTAR BACAAN : MB 471 – “Alangkah Megah”
INJIL
Bait Pengantar Injil
PS 965 - “Terpujilah Kristus Tuhan”
Matius 13 : 1 - 23
Perumpamaan tentang seorang penabur
HOMILI
UPACARA PEMBERKATAN PENGURUS
P Para calon pengurus kami persilahkan berdiri dan maju ke depan, yakni
Saudari….. sebagai…..
P Apakah Saudara bersedia menerima dan melaksanakan tugas suci ini dengan ikhlas hati?
CC Ya, kami bersedia
P Kalau begitu, ucapkanlah janji kesediaan Saudara di hadapan Allah dan seluruh umat
CC Di hadapan Allah serta umat yang hadir disini
saya berjanji dengan tulus hati – akan menunaikan tugas sebagai pengurus kelompok kategorial bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup – sesuai dengan kemampuan yang ada pada saya, yang telah saya terima dari Tuhan. Saya akan menyumbangkan waktu dan tenaga demi pendidikan lingkungan kepada masyarakat khususnya gereja Katolik.
Karena itu saya akan menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab. Dan kiranya Allah mendampingi saya beserta semua pengurus dalam menjalankan tugas suci ini. Amin.
-hening sejenak-
P Ya Allah yang mengetahui pikiran dan hati manusia, pada hari ini Engkau memilih saudara-saudari kami ini menjadi pelayan umat-Mu.
Sudilah Engkau memberkati dan menolong mereka, sebab dengan rendah hati mereka merelakan diri untuk sutu tugas pelayanan itu. Semoga mereka melaksanakan janjinya dengan tulus hati. Buatlah mereka memanfaatkan pengetahuan dan keahliannya untuk menunaikan tugas sebagai pengurus Gereja, dengan cinta kasih dan semangat pengabdian seperti Kristus, yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Semoga Santo Fransiskus Asisi yang menjadi pelindung kelompok ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi mereka. Teguhkanlah janji mereka dan berilah mereka rahmat-Mu, supaya selama menjabat tugas ini, mereka tetap setia akan kesediaan serta janjinya. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U: Amin
UPACARA PENGUKUHAN
Calon pengurus satu persatu maju ke hadapan imam.
Setelah semua mendapat ‘tanda jabatan’, pemimpin upacara mengulurkan tangan ke atas mereka sambil berkata :
P Saudara-saudaraku terkasih, Allah itu selalu setia. Ia akan mendampingi Saudara, meneguhkan hati Saudara dan melindungi Saudara terhadap segala bencana atau pengaruh yang jahat.
Makan atas nama Gereja dan selaras dengan keinginan umat yang hadir disini, saya meneguhkan Saudara sekalian dalam jabatan masing-masing, dan tetap mendoakan Saudara agar dapat menunaikan tugas dengan hati yang murni. Semoga Allah memberkati Saudara dalam menjalankan tugas ini. Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin
Imam mereciki para pengurus baru dengan air suci.
Lalu mereka kembali ke tempat masing-masing.
DOA UMAT
P Saudara-saudari, pengurus kelompok kategorial bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup ini sudah diteguhkan. Marilah kita bersyukur kepada Bapa dan berdoa:
L Bagi para pengurus yang baru:
Ya Bapa, dampingilah mereka dalam segala karya dan usahanya dalam memperjuangkan kepedulian terhadap sumber daya alam dan lingkungan hidup kepada masyarakat. Bantulah bila ada kesulitan dan semangatilah bila suatu saat menjadi lesu.
Kami mohon…
U Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
L Bagi umat di Keuskupan Agung Jakarta
Semoga umat di keuskupan Agung Jakarta terbuka hatinya untuk lebih peduli dalam memperlakukan alam semesta ciptaan Allah. Semoga kebangkitan Kristus menjadi inspirasi bagi bangkitnya kepedulian Gereja terhadap masalah-masalah lingkungan hidup.
Kami mohon…
U Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
LITURGI EKARISTI
PERSEMBAHAN
LAGU PERSEMBAHAN : MB 235 – “Di Pulau Samadi”
KUDUS PS 397
DOA SYUKUR AGUNG IV
BAPA KAMI PHILIPINA
ANAK DOMBA ALLAH PS 416
KOMUNI
LAGU KOMUNI
MB 460 - “Tuhan Jadikanlah Daku Pembawa Damai” (Doa St. Fransiskus Asisi)
MB 489 – “Mengapa Kita Tidak Bersyukur”
DOA SESUDAH KOMUNI
DOA PENUTUP
BERKAT
LAGU PENUTUP : MB 488 – “Syukur BagiMu Ya Tuhan”
PELANTIKAN PENGURUS
PEPULIH
KELOMPOK KATEGORIAL
BIDANG SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP
PEMBUKAAN
LAGU PEMBUKAAN : MB 160 – “KELANA”
TANDA SALIB DAN SALAM:
+ Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
P Semoga kemuliaan Bapa, Kemenangan Putra dan kegembiraan dalam Roh Kudus meliputi kita demi nama Allah.
U Sekarang dan selama-lamanya
PENGANTAR
Saudara saudari yang terkasih, dalam suasana Paskah ini kita berkumpul untuk mengucap syukur atas kemenangan Kristus atas maut dan memohon berkatnya untuk pelayanan gereja di bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup. Kiranya kebangkitan Kristus itu membawa semangat bagi kita untuk bangkit dari ketidakpedulian terhadap alam semesta ciptaan Allah, yang kini sudah mulai rusak akibat kita tidak merawat dan memperlakukan alam lingkungan hidup kita dengan semestinya.
Hening sejenak
TOBAT
TUHAN KASIHANILAH KAMI PS 357
KEMULIAAN PS 361
DOA PEMBUKAAN
Kami bersyukur kepada-Mu, ya Allah dan Bapa kami,
sebab Engkau menciptakan langit dan bumi, tumbuh-tumbuhan dan margasatwa.
Engkau menciptakan pula musim-musim dan mengaturnya silih berganti.
Kami bersyukur kepadaMu, sebab Engkau menopang seluruh alam dengan hadirat dan kuasaMu.
Engkau membentuk manusia menurut citra-Mu dan memberinya kuasa atas segala ciptaan.
Engkau menyerahkan alam ini supaya kami olah dan kami manfaatkan guna memajukan kehidupan umat manusia.
Kami bersuka cita karena kemenangan Yesus atas maut.
Kiranya Engkau berkenan membangkitkan harapan serta semangat baru dalam diri kami.
Sambil merayakan kebangkitan Yesus itu, kami mohon: Semoga kami semakin menjiwai semangat kebangkitan dan hidup secara baru, mengikuti langkah Kristus, Tuhan dan pengantara kami, yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
U: Amin.
LITURGI SABDA
BACAAN PERTAMA
Kejadian 2:8-15
Manusia dan Taman Eden
.........Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur, dan ditempatkan-Nya di situ manusia yang sudah dibentuk-Nya itu. TUHAN Allah menumbuhkan segala macam pohon yang indah, yang menghasilkan buah-buahan yang baik. Di tengah-tengah taman tumbuhlah pohon yang memberi hidup, dan pohon yang memberi pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Sebuah sungai mengalir dari Eden, membasahi taman itu; dan di luar Eden sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
Yang pertama bernama Pison; sungai itu mengalir mengelilingi tanah Hawila.
Di situ terdapat emas murni dan juga wangi-wangian yang sulit diperoleh, serta batu-batu permata. Sungai yang kedua bernama Gihon; airnya mengalir mengelilingi tanah Kus.
Sungai yang ketiga bernama Tigris dan mengalir di sebelah timur Asyur. Sungai yang keempat bernama Efrat.
Kemudian TUHAN Allah menempatkan manusia itu di taman Eden untuk mengerjakan dan memelihara taman itu.
LAGU ANTAR BACAAN : MB 471 – “Alangkah Megah”
INJIL
Bait Pengantar Injil
PS 965 - “Terpujilah Kristus Tuhan”
Matius 13 : 1 - 23
Perumpamaan tentang seorang penabur
HOMILI
UPACARA PEMBERKATAN PENGURUS
P Para calon pengurus kami persilahkan berdiri dan maju ke depan, yakni
Saudari….. sebagai…..
P Apakah Saudara bersedia menerima dan melaksanakan tugas suci ini dengan ikhlas hati?
CC Ya, kami bersedia
P Kalau begitu, ucapkanlah janji kesediaan Saudara di hadapan Allah dan seluruh umat
CC Di hadapan Allah serta umat yang hadir disini
saya berjanji dengan tulus hati – akan menunaikan tugas sebagai pengurus kelompok kategorial bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup – sesuai dengan kemampuan yang ada pada saya, yang telah saya terima dari Tuhan. Saya akan menyumbangkan waktu dan tenaga demi pendidikan lingkungan kepada masyarakat khususnya gereja Katolik.
Karena itu saya akan menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab. Dan kiranya Allah mendampingi saya beserta semua pengurus dalam menjalankan tugas suci ini. Amin.
-hening sejenak-
P Ya Allah yang mengetahui pikiran dan hati manusia, pada hari ini Engkau memilih saudara-saudari kami ini menjadi pelayan umat-Mu.
Sudilah Engkau memberkati dan menolong mereka, sebab dengan rendah hati mereka merelakan diri untuk sutu tugas pelayanan itu. Semoga mereka melaksanakan janjinya dengan tulus hati. Buatlah mereka memanfaatkan pengetahuan dan keahliannya untuk menunaikan tugas sebagai pengurus Gereja, dengan cinta kasih dan semangat pengabdian seperti Kristus, yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Semoga Santo Fransiskus Asisi yang menjadi pelindung kelompok ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi mereka. Teguhkanlah janji mereka dan berilah mereka rahmat-Mu, supaya selama menjabat tugas ini, mereka tetap setia akan kesediaan serta janjinya. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U: Amin
UPACARA PENGUKUHAN
Calon pengurus satu persatu maju ke hadapan imam.
Setelah semua mendapat ‘tanda jabatan’, pemimpin upacara mengulurkan tangan ke atas mereka sambil berkata :
P Saudara-saudaraku terkasih, Allah itu selalu setia. Ia akan mendampingi Saudara, meneguhkan hati Saudara dan melindungi Saudara terhadap segala bencana atau pengaruh yang jahat.
Makan atas nama Gereja dan selaras dengan keinginan umat yang hadir disini, saya meneguhkan Saudara sekalian dalam jabatan masing-masing, dan tetap mendoakan Saudara agar dapat menunaikan tugas dengan hati yang murni. Semoga Allah memberkati Saudara dalam menjalankan tugas ini. Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin
Imam mereciki para pengurus baru dengan air suci.
Lalu mereka kembali ke tempat masing-masing.
DOA UMAT
P Saudara-saudari, pengurus kelompok kategorial bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup ini sudah diteguhkan. Marilah kita bersyukur kepada Bapa dan berdoa:
L Bagi para pengurus yang baru:
Ya Bapa, dampingilah mereka dalam segala karya dan usahanya dalam memperjuangkan kepedulian terhadap sumber daya alam dan lingkungan hidup kepada masyarakat. Bantulah bila ada kesulitan dan semangatilah bila suatu saat menjadi lesu.
Kami mohon…
U Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
L Bagi umat di Keuskupan Agung Jakarta
Semoga umat di keuskupan Agung Jakarta terbuka hatinya untuk lebih peduli dalam memperlakukan alam semesta ciptaan Allah. Semoga kebangkitan Kristus menjadi inspirasi bagi bangkitnya kepedulian Gereja terhadap masalah-masalah lingkungan hidup.
Kami mohon…
U Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
LITURGI EKARISTI
PERSEMBAHAN
LAGU PERSEMBAHAN : MB 235 – “Di Pulau Samadi”
KUDUS PS 397
DOA SYUKUR AGUNG IV
BAPA KAMI PHILIPINA
ANAK DOMBA ALLAH PS 416
KOMUNI
LAGU KOMUNI
MB 460 - “Tuhan Jadikanlah Daku Pembawa Damai” (Doa St. Fransiskus Asisi)
MB 489 – “Mengapa Kita Tidak Bersyukur”
DOA SESUDAH KOMUNI
DOA PENUTUP
BERKAT
LAGU PENUTUP : MB 488 – “Syukur BagiMu Ya Tuhan”
Brosur Pepulih 2004
TENTANG PEPULIH
Pepulih (Pemerhati Peduli Lingkungan Hidup) adalah kelompok kategorial yang terbentuk didalam wadah Pemikat-Keuskupan Agung Jakarta.
Kelompok yang mempunyai pelindung St. Fransiskus Asisi ini, terdiri dari orang-orang yang berkecimpung di bidang lingkungan hidup maupun orang-orang yang mempunyai kepedulian terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
PEPULIH berusaha menggugah kembali peran Gereja Katolik dalam mengelola dan melestarikan lingkungan hidup yang semakin memperihatinkan. PEPULIH menempatkan diri sebagai penggerak dalam membudayakan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Menandai kelahirannya tanggal 24 April 2004, PEPULIH mengadakan misa pengukuhan dan seminar untuk memperingati Hari Bumi 22 April. Seminar yang diselenggarakan di Aula Gereja Katedral Jakarta dengan menghadirkan narasumber Dr. Sonny Keraf, Dr. Suparmoko, dan Dr. Sudarminto, SJ.
VISI
Menjadi motivator bagi komunitas gereja (umat) dalam upaya membudayakan kepedulian dan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
MISI
1. Menumbuhkan kesadaran umat untuk memelihara dan melestarikan sumberdaya alam dan lingkungan melalui pendidikan lingkungan (pelatihan, seminar, diskusi dll) yang terus menerus dan berkelanjutan.
2. Mencerahkan pola berpikir dan perilaku umat terhadap pelestarian alam dan lingkungan hidup.
3. Menjadi sarana bagi orang-orang yang memiliki komitmen terhadap kelangsungan lingkungan hidup untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam meningkatkan kapasitas manajerial kelangsungan sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
DIBALIK PEPULIH
Tim Ahli
DR. Sonny Keraf (Mantan Menteri Lingkungan Hidup)
F. Soeseno (Ketua Mitra Emisi Bersih)
S. Dirgono Mastu (Direktur PT. Gemini Satria Film)
Johny P Kusumo (Kementrian Lingkungan Hidup)
Dr. M. Suparmoko
Karel W. Danoriku, SH
Ketua
Ir. Bintang Nugroho IALI
Wakil Ketua I
Maria Ratnaningsih, SE, MA
Wakil Ketua II
Alfanti Larasati, Msc
Sekretaris I
Maria Purwanto, SH, Msi
Sekretaris II
Helen Loura D S.Komp
Sekretaris III
Anastasia Santi
Bendahara
J. Purwono, SE, MBA, MM
Koordinator Kegiatan
Dr. Rd. Aj. Theresia Indrawanti P Msc. Dra
Koordinator Working Group
Ir. Monique Sumampouw, MSi
Ir. Elisabeth Swasti
Andreas Pramudianto, SH, Msi
Humas
Very Hardiman S.Fil
Donatus Nador S.Fil
Anggota
Agustinus Sunardjo
Ign. Lienarni, SP
Samudro
PEPULIHH
Pemerhati dan Peduli Lingkungan Hidup
Sekretariat Pemikat KAJ
Jl. Katedral 7 Jakarta Tel. 351 9193 ext 203/205
Pepulih (Pemerhati Peduli Lingkungan Hidup) adalah kelompok kategorial yang terbentuk didalam wadah Pemikat-Keuskupan Agung Jakarta.
Kelompok yang mempunyai pelindung St. Fransiskus Asisi ini, terdiri dari orang-orang yang berkecimpung di bidang lingkungan hidup maupun orang-orang yang mempunyai kepedulian terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
PEPULIH berusaha menggugah kembali peran Gereja Katolik dalam mengelola dan melestarikan lingkungan hidup yang semakin memperihatinkan. PEPULIH menempatkan diri sebagai penggerak dalam membudayakan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Menandai kelahirannya tanggal 24 April 2004, PEPULIH mengadakan misa pengukuhan dan seminar untuk memperingati Hari Bumi 22 April. Seminar yang diselenggarakan di Aula Gereja Katedral Jakarta dengan menghadirkan narasumber Dr. Sonny Keraf, Dr. Suparmoko, dan Dr. Sudarminto, SJ.
VISI
Menjadi motivator bagi komunitas gereja (umat) dalam upaya membudayakan kepedulian dan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
MISI
1. Menumbuhkan kesadaran umat untuk memelihara dan melestarikan sumberdaya alam dan lingkungan melalui pendidikan lingkungan (pelatihan, seminar, diskusi dll) yang terus menerus dan berkelanjutan.
2. Mencerahkan pola berpikir dan perilaku umat terhadap pelestarian alam dan lingkungan hidup.
3. Menjadi sarana bagi orang-orang yang memiliki komitmen terhadap kelangsungan lingkungan hidup untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam meningkatkan kapasitas manajerial kelangsungan sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
DIBALIK PEPULIH
Tim Ahli
DR. Sonny Keraf (Mantan Menteri Lingkungan Hidup)
F. Soeseno (Ketua Mitra Emisi Bersih)
S. Dirgono Mastu (Direktur PT. Gemini Satria Film)
Johny P Kusumo (Kementrian Lingkungan Hidup)
Dr. M. Suparmoko
Karel W. Danoriku, SH
Ketua
Ir. Bintang Nugroho IALI
Wakil Ketua I
Maria Ratnaningsih, SE, MA
Wakil Ketua II
Alfanti Larasati, Msc
Sekretaris I
Maria Purwanto, SH, Msi
Sekretaris II
Helen Loura D S.Komp
Sekretaris III
Anastasia Santi
Bendahara
J. Purwono, SE, MBA, MM
Koordinator Kegiatan
Dr. Rd. Aj. Theresia Indrawanti P Msc. Dra
Koordinator Working Group
Ir. Monique Sumampouw, MSi
Ir. Elisabeth Swasti
Andreas Pramudianto, SH, Msi
Humas
Very Hardiman S.Fil
Donatus Nador S.Fil
Anggota
Agustinus Sunardjo
Ign. Lienarni, SP
Samudro
PEPULIHH
Pemerhati dan Peduli Lingkungan Hidup
Sekretariat Pemikat KAJ
Jl. Katedral 7 Jakarta Tel. 351 9193 ext 203/205
Enviklopedia
Abrasi
Pengikisan pantai yang disebabkan oleh hempasan ombak/gelombang laut.
Atol
Semacam cincin karang yang memagari suatu lagoon.
Baku mutu air laut
Batas atau kadar mahluk hidup, zat, energi, atau komponen lain yang ada atau harus ada, dan zat atau bahan pencemar yang ditenggang adanya dalam air laut.
Kawasan suaku alam laut
Daerah yang mewakili ekosistem khas lautan maupun perairan lainnya, yang merupakan habitat alami yang memberikan tempat maupun perlindungan bagi perkembangan keanekaragaman tumbuh-tumbuhan dan satwa yang ada.
Kriteria Kawasan suaku alam laut
Kawasan berupa perairan laut, perairan darat, wilayah pesisir, muara sungai, gugusan karang dan atol yang mempunyai cirri khas berupa keragaman dan/atau keunikan ekosistem.
Mangrove cleercut
Sistem tebang habis hutan bakau.
Pencemaran laut
Masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam perairan laut oleh kegiatan manusia, sehingga mutu baku air laut turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan laut tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
Salinitas
Kualitas keasinan; kadar garam; komposisi ionic suatu larutan encer. Untuk air tawar sebaiknya dinyatakan sebagai jumlah delapan kation dan anion utama.
Salt water intrusion
Penyusupan air asin; digesernya air permukaan dan air tanah yang tawar oleh air asin; pemompaan air tanah yang tawar secara berlebihan didaratan dekat pantai akan menimbulkan kekosongan yang lambat laun diisi oleh air laut.
Taman laut
Kawasan lepas pantai atau laut yang masih dalam batas laut Indonesia, yang di dalamnya mengandung batu-batuan kosong dan biota di mana terdapat ekosistem dan atau keindahan khusus yang keadaan alaminya secara fisik tidak mengalami perubahan oleh manusia dengan tujuan pemandaatannya.
Terumbu karang
Suatu tipe biome laut dengan karakteristik sisa-sia organisme karang.
Pengikisan pantai yang disebabkan oleh hempasan ombak/gelombang laut.
Atol
Semacam cincin karang yang memagari suatu lagoon.
Baku mutu air laut
Batas atau kadar mahluk hidup, zat, energi, atau komponen lain yang ada atau harus ada, dan zat atau bahan pencemar yang ditenggang adanya dalam air laut.
Kawasan suaku alam laut
Daerah yang mewakili ekosistem khas lautan maupun perairan lainnya, yang merupakan habitat alami yang memberikan tempat maupun perlindungan bagi perkembangan keanekaragaman tumbuh-tumbuhan dan satwa yang ada.
Kriteria Kawasan suaku alam laut
Kawasan berupa perairan laut, perairan darat, wilayah pesisir, muara sungai, gugusan karang dan atol yang mempunyai cirri khas berupa keragaman dan/atau keunikan ekosistem.
Mangrove cleercut
Sistem tebang habis hutan bakau.
Pencemaran laut
Masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam perairan laut oleh kegiatan manusia, sehingga mutu baku air laut turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan laut tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
Salinitas
Kualitas keasinan; kadar garam; komposisi ionic suatu larutan encer. Untuk air tawar sebaiknya dinyatakan sebagai jumlah delapan kation dan anion utama.
Salt water intrusion
Penyusupan air asin; digesernya air permukaan dan air tanah yang tawar oleh air asin; pemompaan air tanah yang tawar secara berlebihan didaratan dekat pantai akan menimbulkan kekosongan yang lambat laun diisi oleh air laut.
Taman laut
Kawasan lepas pantai atau laut yang masih dalam batas laut Indonesia, yang di dalamnya mengandung batu-batuan kosong dan biota di mana terdapat ekosistem dan atau keindahan khusus yang keadaan alaminya secara fisik tidak mengalami perubahan oleh manusia dengan tujuan pemandaatannya.
Terumbu karang
Suatu tipe biome laut dengan karakteristik sisa-sia organisme karang.
Ozin-Ozon Info - Juni 2004
OZON INFO JUNI 2004
Hai Ozoners! Ozin kali ini akan menyajikan topik mengenai Terumbu Karang. Semoga melalui informasi ini kita semakin mencintai terumbu karang.
Apa sih terumbu karang?
Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang hidup bersama dengan sejenis alga yang disebut zooxanthellae. Bentuknya menyerupai batu ada yang menyerupai jamur, cabang pohon, meja atau bola dan warnanya bermacam-macam. Hewan karang pembentuk terumbu karang ini sering disebut polip. Kumpulan polip inilah yang membentuk terumbu karang. Sedangkan zooxanthella yang bersimbiosis dengan kumpulan polip. Alga zooxanthella ini melakukan proses fotosintesis sehingga menghasilkan oksigen dan makanan bagi polip.Sedangkan polip menyediakan tempat hidup bagi alga. Jadi terjadilah simbiosis mutualisma. Tanpa zooxanthella, terumbu karang akan mati, begitu pula sebaliknya.
Terumbu karang menghasilkan banyak zat kapur. Yang sangat disayangkan terumbu karang tumbuhnya sangat lama. Untuk tumbuh satu sentimeter saja membutuhkan waktu satu tahun. Lama ya!
Terumbu karang yang ada di Indonesia
Kita harusnya bersyukur atas kekayaan laut yang ada. Karena Indonesia terletak di daerah topis, terumbu karang sangat cocok untuk tumbuh diperairan Indonesia. Di negeri tercinta ini, luasnya mencapai 60.000 km2 dan tersebar diperairan dangkal hampir diseluruh pulau-pulau seperti di kepulauan seribu, Bali, Nusa Tenggara dll. Namun kini tinggal 6,20% yang kondisinya masih bagus.
Apa sih kegunaan terumbu karang bagi manusia?
Sebagai tempat hidup ikan-ikan yang sering kita santap. Seperti: ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning, dll.
Terumbu karang dapat digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan dan bahan bangunan.
Sebagai benteng perlindungan pantai dari abrasi air laut.
Sebagai tempat wisata laut. Karena keindahan warna dan bentuk terumbu karang, banyak wisatawan asing datang ke Indonesia untuk melihat terumbu karang. Jadi sumber devisa bagi negara.
Bagaimana terumbu karang bisa rusak?
Penggunaan bahan peledak (bom) serta racun untuk menangkap ikan di daerah terumbu karang.
Melempar jangkar dan berjalan-jalan diatas terumbu karang.
Terumbu karang sengaja diambil untuk dijadikan kerajianan hiasan.
Terumbu karang diambil untuk menghias aquarium
Terumbu karang digunakan sebagai bahan dasar kapur dan bangunan untuk pondasi rumah.
Sampah-sampah yang dibuang ke laut, tumpahan minyak, buangan industri dan sisa pestisida dan insektisida untuk pertanian dapat mengganggu pertumbuhan terumbu karang bahkan bisa mematikan.
Apa yang telah dilakukan pemerintah?
Pemerintah telah menetapkan kawasan konservasi laut. Sampai tahun 1998, telah ditetapkan lebih dari 4 juta ha, tersebar lebih dari 25 lokasi di seluruh Indonesia, 6 lokasi diantaranya ditetapkan sebagai taman nasional laut. Pemerintah juga melakukan program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang yang telah dan mulai rusak atau sering disebut COREMAP.
Apa yang dapat kita lakukan?
Tidak membuang sampah ke laut.
Jangan mengambil terumbu karang
Hati-hati jika bermain di pantai, jangan sampai merusak terumbu karang.
Tidak membeli hiasan dari terumbu karang.
Tidak menggunakan terumbu karang sebagai hiasan aquarium.
Tidak menggunakan terumbu karang sebagai pondasi rumah.
Helen Loura dari berbagai sumber.
Hai Ozoners! Ozin kali ini akan menyajikan topik mengenai Terumbu Karang. Semoga melalui informasi ini kita semakin mencintai terumbu karang.
Apa sih terumbu karang?
Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang hidup bersama dengan sejenis alga yang disebut zooxanthellae. Bentuknya menyerupai batu ada yang menyerupai jamur, cabang pohon, meja atau bola dan warnanya bermacam-macam. Hewan karang pembentuk terumbu karang ini sering disebut polip. Kumpulan polip inilah yang membentuk terumbu karang. Sedangkan zooxanthella yang bersimbiosis dengan kumpulan polip. Alga zooxanthella ini melakukan proses fotosintesis sehingga menghasilkan oksigen dan makanan bagi polip.Sedangkan polip menyediakan tempat hidup bagi alga. Jadi terjadilah simbiosis mutualisma. Tanpa zooxanthella, terumbu karang akan mati, begitu pula sebaliknya.
Terumbu karang menghasilkan banyak zat kapur. Yang sangat disayangkan terumbu karang tumbuhnya sangat lama. Untuk tumbuh satu sentimeter saja membutuhkan waktu satu tahun. Lama ya!
Terumbu karang yang ada di Indonesia
Kita harusnya bersyukur atas kekayaan laut yang ada. Karena Indonesia terletak di daerah topis, terumbu karang sangat cocok untuk tumbuh diperairan Indonesia. Di negeri tercinta ini, luasnya mencapai 60.000 km2 dan tersebar diperairan dangkal hampir diseluruh pulau-pulau seperti di kepulauan seribu, Bali, Nusa Tenggara dll. Namun kini tinggal 6,20% yang kondisinya masih bagus.
Apa sih kegunaan terumbu karang bagi manusia?
Sebagai tempat hidup ikan-ikan yang sering kita santap. Seperti: ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning, dll.
Terumbu karang dapat digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan dan bahan bangunan.
Sebagai benteng perlindungan pantai dari abrasi air laut.
Sebagai tempat wisata laut. Karena keindahan warna dan bentuk terumbu karang, banyak wisatawan asing datang ke Indonesia untuk melihat terumbu karang. Jadi sumber devisa bagi negara.
Bagaimana terumbu karang bisa rusak?
Penggunaan bahan peledak (bom) serta racun untuk menangkap ikan di daerah terumbu karang.
Melempar jangkar dan berjalan-jalan diatas terumbu karang.
Terumbu karang sengaja diambil untuk dijadikan kerajianan hiasan.
Terumbu karang diambil untuk menghias aquarium
Terumbu karang digunakan sebagai bahan dasar kapur dan bangunan untuk pondasi rumah.
Sampah-sampah yang dibuang ke laut, tumpahan minyak, buangan industri dan sisa pestisida dan insektisida untuk pertanian dapat mengganggu pertumbuhan terumbu karang bahkan bisa mematikan.
Apa yang telah dilakukan pemerintah?
Pemerintah telah menetapkan kawasan konservasi laut. Sampai tahun 1998, telah ditetapkan lebih dari 4 juta ha, tersebar lebih dari 25 lokasi di seluruh Indonesia, 6 lokasi diantaranya ditetapkan sebagai taman nasional laut. Pemerintah juga melakukan program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang yang telah dan mulai rusak atau sering disebut COREMAP.
Apa yang dapat kita lakukan?
Tidak membuang sampah ke laut.
Jangan mengambil terumbu karang
Hati-hati jika bermain di pantai, jangan sampai merusak terumbu karang.
Tidak membeli hiasan dari terumbu karang.
Tidak menggunakan terumbu karang sebagai hiasan aquarium.
Tidak menggunakan terumbu karang sebagai pondasi rumah.
Helen Loura dari berbagai sumber.
Kalender Lingkungan
KALENDER KEGIATAN LINGKUNGAN
TANGGAL KEGIATAN
10 Januari Hari Lingkungan Hidup Indonesia
6 Maret Pekan Konservasi
20 Maret Hari Kehutanan Dunia
22 Maret World Water Day
22 April Hari Bumi
26 April Hari Peringatan Petaka Chernobyl
31 Mei Hari Tanpa Rokok
5 Juni Hari Lingkungan Hidup Dunia
14 Juni Ocean Day
17 Juni Hari Memerangi Penggurunan Lahan
Dan Kekeringan Dunia
11 Juli Hari Kependudukan Dunia
6 Agustus Hari Peringatan Petaka Hirosima
Minggu II September Clean Up the World Today
16 September Hari OZON Dunia
Senin Pertama Oktober Hari Habitat Dunia
4 Oktober World Animal Day
16 Oktober Hari Pangan Sedunia
5 November Hari Cinta Satwa & Puspa Nasional
10 Desember Hari Hak Asasi Manusia Dunia
17 - 23 Desember Pekan Penghijauan Nasional
29 Desember Hari Keanekaragaman Hayati Dunia
TANGGAL KEGIATAN
10 Januari Hari Lingkungan Hidup Indonesia
6 Maret Pekan Konservasi
20 Maret Hari Kehutanan Dunia
22 Maret World Water Day
22 April Hari Bumi
26 April Hari Peringatan Petaka Chernobyl
31 Mei Hari Tanpa Rokok
5 Juni Hari Lingkungan Hidup Dunia
14 Juni Ocean Day
17 Juni Hari Memerangi Penggurunan Lahan
Dan Kekeringan Dunia
11 Juli Hari Kependudukan Dunia
6 Agustus Hari Peringatan Petaka Hirosima
Minggu II September Clean Up the World Today
16 September Hari OZON Dunia
Senin Pertama Oktober Hari Habitat Dunia
4 Oktober World Animal Day
16 Oktober Hari Pangan Sedunia
5 November Hari Cinta Satwa & Puspa Nasional
10 Desember Hari Hak Asasi Manusia Dunia
17 - 23 Desember Pekan Penghijauan Nasional
29 Desember Hari Keanekaragaman Hayati Dunia
Selasa, 11 Maret 2008
Majalah OZON edisi terakhir
Ke Sendang Sono
My Partner
Rabu, 05 Maret 2008
“Belajar pakai lilin”
“Belajar pakai lilin”
Pagi ini aku sudah rapi siap berangkat ke sekolah.
“Kris pergi sekolah dulu,Ma,” pamitku pada Mama.
“Lampu di kamarmu sudah dimatikan belum?” tanya Mama.
“Kayaknya belum, Ma.”
“Sana matikan dulu. Mulai sekarang kalau kamar kosong, lampunya dimatikan, ya,” pesan Mama.
Aku segera berlari ke kamar untuk mematikan lampu.
Duh... Mama ngga ngerti aku lagi buru-buru. Aku harus cepat sampai di sekolah. jam pertama ada ulangan sains, aku mau belajar lagi di kelas.
“Kris berangkat,Ma.” Aku mencium tangan Mama.
“Hati-hati di jalan. Sukses ya ulangannya.”
***
Kris!” Mama memanggil aku. “Kamu di mana?
“Diluar, Ma. Di atas pohon. Liza minta tolong metik jambu.”
Setelah selesai memetik jambu, aku segera bergegas ke dapur menemui Mama.
“Ada apa, Ma?” tanyaku.
“Kris, televisinya masih ditonton ngga?”tanya Mama.
“Ngga,Ma. Aku mau makan jambu sama Dik Liza. Lagi pula film kartunnya sudah habis.”
“Kalau begitu dimatikan dong. Sayang listriknya terbuang percuma. Nanti bayarnya jadi mahal.”
“Iya, Ma.”
“Lain kali kalau sudah tidak ditonton televisinya dimatikan,ya”
“Hmmm.” Mama cerewet banget sih hari ini. Tadi pagi lampu disuruh dimatikan. Sekarang televisi.
Setelah mematikan televisi aku segera ke halaman belakang menyusul adikku Liza yang sedang asyik makan jambu hasil petikanku.
***
Hm...Masakan mama enak sekali. Malam ini aku makan dengan nikmat.
“Besok ada ulangan apa, Kris?”tanya Mama.
“Sosial, Ma.”
“Sudah belajar, belum?”tanya Papa
“Belum, Pa. Habis makan saja. Aku mau nambah lagi, boleh ngga? Enak sekali masakan Mama.”
“Ya sudah cepat,”kata Mama
Kenyang sekali perutku. Wah...aku jadi ngantuk. Tapi aku harus belajar, banyak yang harus dihapalkan.
Aku masuk kamar mengambil buku pelajaranku. Baru saja aku duduk di meja belajar tiba-tiba lampu mati.
“Ma....gelap!” teriakku kaget.
Adikku Liza menangis. “Ma...takut...!”
“Kalian tetap di tempat. Papa cari lilin dulu.”
Tak lama kemudian Papa datang membawa lilin.
“Ini lilinnya,” kata Papa. “Waktu Papa kecil, kalau belajar pakai lampu minyak, kalau minyaknya habis pakai lilin karena di kampung belum ada listrik. Sekarang kamu bisa merasakan bagaimana rasanya belajar pakai lilin. Lain kali belajar jangan malam-malam, ya.”
“Iya, Pa.”
Wah...apes sekali aku. Mana hapalannya banyak. Malam ini aku belajar dengan susah payah. Sinar lilin tidak seterang lampu listrik. Mataku jadi perih dan berair terkena asap lilin.
“Huuaaah...” Aku menguap kencang sekali.
“Kalau sudah mengantuk kamu tidur saja, Kris,” kata Mama dari belakang mengejutkanku. “Iya, Ma. Tapi masih ada yang belum hapal,”keluhku.
“Diteruskan besok pagi saja. Kamu sekarang tidur besok bangun pagi-pagi.”
Mama membimbingku ke tempat tidur.
“Kamu ingat tadi Mama meminta kamu mematikan lampu dan juga televisi?”tanya Mama.
“Iya, kenapa Ma?”tanyaku penasaran.
“Matinya listrik malam ini karena banyak orang sangat boros memakai listrik. Jadi PLN tidak kuat memenuhi kebutuhan listrik yang sangat besar dari masyarakat. Makanya Mama meminta kamu mematikan lampu jika tidak dipakai dan televisi jika tidak ditonton untuk menghemat listrik. Minimal kita telah berbuat sesuatu.”
“Huuaaah” Sambil mengantuk aku berusaha memahami apa yang dijelaskan Mama. Aku pun tertidur lelap.
***
“Kring.....kring...” Alarm wekerku berbunyi. Aku segera melompat dari tempat tidur. “Ulangan!” Aku segera mengambil buku sosial dan melanjutkan menghapal untuk ulangan hari ini. Lampu sudah menyala.
“Kris sudah jam 6. Cepat mandi, nanti kamu terlambat sekolah,” teriak Mama dari dapur.
“Iya,Ma.” Segera ku ambil handukku dan mandi. Setelah Mandi dan berpakaian ku rapikan buku-buku pelajaranku. Aku segera ke ruang makan untuk sarapan. Begitu aku duduk di meja makan.
“Oups!” aku ingat belum mematikan lampu kamar. Segera ku berlari ke kamar untuk mematikan lampu.
***
“Kris pergi sekolah dulu,Ma,” pamitku pada Mama.
“Lampu di kamarmu sudah dimatikan belum?” tanya Mama.
“Kayaknya..... sudah, Ma,” jawabku sambil mengedipkan mata.
Mama mengacungkan jempol. “Itu baru anak mama.”
“Kris berangkat,Ma.” Aku mencium tangan Mama.“Hati-hati di jalan. Sukses ya ulangannya.”
Pagi ini aku sudah rapi siap berangkat ke sekolah.
“Kris pergi sekolah dulu,Ma,” pamitku pada Mama.
“Lampu di kamarmu sudah dimatikan belum?” tanya Mama.
“Kayaknya belum, Ma.”
“Sana matikan dulu. Mulai sekarang kalau kamar kosong, lampunya dimatikan, ya,” pesan Mama.
Aku segera berlari ke kamar untuk mematikan lampu.
Duh... Mama ngga ngerti aku lagi buru-buru. Aku harus cepat sampai di sekolah. jam pertama ada ulangan sains, aku mau belajar lagi di kelas.
“Kris berangkat,Ma.” Aku mencium tangan Mama.
“Hati-hati di jalan. Sukses ya ulangannya.”
***
Kris!” Mama memanggil aku. “Kamu di mana?
“Diluar, Ma. Di atas pohon. Liza minta tolong metik jambu.”
Setelah selesai memetik jambu, aku segera bergegas ke dapur menemui Mama.
“Ada apa, Ma?” tanyaku.
“Kris, televisinya masih ditonton ngga?”tanya Mama.
“Ngga,Ma. Aku mau makan jambu sama Dik Liza. Lagi pula film kartunnya sudah habis.”
“Kalau begitu dimatikan dong. Sayang listriknya terbuang percuma. Nanti bayarnya jadi mahal.”
“Iya, Ma.”
“Lain kali kalau sudah tidak ditonton televisinya dimatikan,ya”
“Hmmm.” Mama cerewet banget sih hari ini. Tadi pagi lampu disuruh dimatikan. Sekarang televisi.
Setelah mematikan televisi aku segera ke halaman belakang menyusul adikku Liza yang sedang asyik makan jambu hasil petikanku.
***
Hm...Masakan mama enak sekali. Malam ini aku makan dengan nikmat.
“Besok ada ulangan apa, Kris?”tanya Mama.
“Sosial, Ma.”
“Sudah belajar, belum?”tanya Papa
“Belum, Pa. Habis makan saja. Aku mau nambah lagi, boleh ngga? Enak sekali masakan Mama.”
“Ya sudah cepat,”kata Mama
Kenyang sekali perutku. Wah...aku jadi ngantuk. Tapi aku harus belajar, banyak yang harus dihapalkan.
Aku masuk kamar mengambil buku pelajaranku. Baru saja aku duduk di meja belajar tiba-tiba lampu mati.
“Ma....gelap!” teriakku kaget.
Adikku Liza menangis. “Ma...takut...!”
“Kalian tetap di tempat. Papa cari lilin dulu.”
Tak lama kemudian Papa datang membawa lilin.
“Ini lilinnya,” kata Papa. “Waktu Papa kecil, kalau belajar pakai lampu minyak, kalau minyaknya habis pakai lilin karena di kampung belum ada listrik. Sekarang kamu bisa merasakan bagaimana rasanya belajar pakai lilin. Lain kali belajar jangan malam-malam, ya.”
“Iya, Pa.”
Wah...apes sekali aku. Mana hapalannya banyak. Malam ini aku belajar dengan susah payah. Sinar lilin tidak seterang lampu listrik. Mataku jadi perih dan berair terkena asap lilin.
“Huuaaah...” Aku menguap kencang sekali.
“Kalau sudah mengantuk kamu tidur saja, Kris,” kata Mama dari belakang mengejutkanku. “Iya, Ma. Tapi masih ada yang belum hapal,”keluhku.
“Diteruskan besok pagi saja. Kamu sekarang tidur besok bangun pagi-pagi.”
Mama membimbingku ke tempat tidur.
“Kamu ingat tadi Mama meminta kamu mematikan lampu dan juga televisi?”tanya Mama.
“Iya, kenapa Ma?”tanyaku penasaran.
“Matinya listrik malam ini karena banyak orang sangat boros memakai listrik. Jadi PLN tidak kuat memenuhi kebutuhan listrik yang sangat besar dari masyarakat. Makanya Mama meminta kamu mematikan lampu jika tidak dipakai dan televisi jika tidak ditonton untuk menghemat listrik. Minimal kita telah berbuat sesuatu.”
“Huuaaah” Sambil mengantuk aku berusaha memahami apa yang dijelaskan Mama. Aku pun tertidur lelap.
***
“Kring.....kring...” Alarm wekerku berbunyi. Aku segera melompat dari tempat tidur. “Ulangan!” Aku segera mengambil buku sosial dan melanjutkan menghapal untuk ulangan hari ini. Lampu sudah menyala.
“Kris sudah jam 6. Cepat mandi, nanti kamu terlambat sekolah,” teriak Mama dari dapur.
“Iya,Ma.” Segera ku ambil handukku dan mandi. Setelah Mandi dan berpakaian ku rapikan buku-buku pelajaranku. Aku segera ke ruang makan untuk sarapan. Begitu aku duduk di meja makan.
“Oups!” aku ingat belum mematikan lampu kamar. Segera ku berlari ke kamar untuk mematikan lampu.
***
“Kris pergi sekolah dulu,Ma,” pamitku pada Mama.
“Lampu di kamarmu sudah dimatikan belum?” tanya Mama.
“Kayaknya..... sudah, Ma,” jawabku sambil mengedipkan mata.
Mama mengacungkan jempol. “Itu baru anak mama.”
“Kris berangkat,Ma.” Aku mencium tangan Mama.“Hati-hati di jalan. Sukses ya ulangannya.”
Adik Baru Lizbet
Adik Baru Lizbet
Oleh: Mama Donya
“Daag....” Terdengar suara Tante Atik berpamitan. Akhirnya tamu terakhir pulang juga. Sepanjang hari ini aku kesal sekali. Sejak Mama pulang ke rumah dengan Arvin adik baruku, banyak tamu berdatangan. Mereka membawa kado buat Arvin. Semuanya begitu gembira melihat adikku yang umurnya baru 5 hari. Aku diacuhkan. Bahkan Bi Ami yang sering menemani aku bermain begitu sibuk mengurus tamu-tamu itu.
“Sebentar ya, Mbak Liz. Bibi bikin minum dulu buat tamu,” katanya menolak saat aku memintanya menemani ke taman.
Kesal sekali aku hari ini. Mama Papa lebih memperhatikan adikku. Apalagi adikku itu suka sekali mencari perhatian dengan tangisannya. Kadang aku kasihan sekali melihat Mama, baru saja ia duduk makan, tiba-tiba Si Arvin menangis. Terpaksa Mama meletakkan sendoknya tidak jadi makan untuk melihatnya. Dasar manja.
“Liz....kamu dimana?” terdengar suara Mama memanggilku. Aku diam saja. Rasa kesal di hatiku ngga hilang-hilang.
“Sepertinya tadi masuk kamar, Bu. Dari tadi siang cemberut terus.” Ku dengar Bi Ami berbicara kepada Mama.
Apa-apaan sih Bi Ami ngadu-ngadu ke Mama.
“Liz...kamu sudah tidur?” Mama duduk di samping tempat tidurku. “Kamu belum makan sayang.” Mama mengguncang-guncangkan badan ku.
“Ngga lapar!” jawabku kesal. Padahal perutku dari tadi sudah keroncongan.
Mama tersenyum. “Bohong.....Ayo bangun makan sama Mama dan Papa. Lapar nih.. dari tadi menemani tamu terus ...” rayu Mama.
Akhirnya aku bangun. “Dik Arvin kemana, Ma,” tanyaku.
“Adikmu sedang tidur. Tadi Mama sudah menyusuinya. Kalo perutnya sudah diisi, ia pasti tidur. Ayo kita makan sebelum Arvin bangun.”
Papa Mama dan aku pun makan malam bersama.
“Liz, sepanjang hari ini, kok kelihatannya kamu kesal. Malah mengurung diri di kamar. Kenapa sayang?” tanya Papa.
“Abis Liz kesal. Ngga ada yang memperhatikan, Liz. Semua memperhatikan Dik Arvin. Liz dicuekin.”
Papa malah tersenyum sambil melirik Mama. Apa sih maksudnya seperti ada rahasia diantara mereka.
“Ooohh. Maafkan kami, sayang. Adikmu kan masih bayi, belum bisa apa-apa. Mama Papa juga harus menemani tamu,” kata Mama mencoba memberi pengertian kepadaku.
Tapi dalam hati aku masih kesal.
“Liz, ke sini sayang” Mama membawa sebuah album foto. Aku segera mengikutinya ke ruang keluarga.
“Foto siapa, Ma?” tanyaku.
“Coba lihat... kira-kira ini foto siapa....” tanya Mama sambil menunjukkan sebuah foto bayi mungil.
Wajahnya mirip seperti Dik Arvin. Tapi foto ini sudah lama. Ngga mungkin fotonya Dik Arvin. Mama yang tampak menggendong bayi itu juga lain. Mama tampak masih muda.
“ Ini siapa sih, Ma? Kok mirip Dik Arvin. Kalo yang ini pasti Mama,” kataku sambil menunjuk gambar Mama.
“Ini kamu sayang.Dulu kamu juga sama kecilnya seperti Arvin. ” Mama kemudian memperlihatkan foto yang lain. “Ini foto kamu ketika bisa tengkurap.”
Aku berusaha menerima bahwa foto itu adalah diriku waktu bayi.
“Ini saat kamu bisa duduk.” Aku tersenyum. Aku tampak cantik di foto itu memakai topi berwarna merah sambil tersenyum.
“Oya, foto ini pernah masuk majalah, sayang.” Mama berdiri menuju rak buku mencari majalah yang dikatakannya tadi.
“Ini dia.”
Benar. Fotoku waktu bayi pernah masuk majalah. Aku sangat bangga.
“Ada lagi, Ma,” pintaku pada Mama untuk menunjukkan foto yang lain.
“Kamu pernah juara merangkak,Liz” Mama menunjukkan fotoku digendong Mama, Papa memegang sebuah piala dan sekeranjang hadiah.
“Ohh.. Piala yang diatas rak buku itu, ya Ma.” Mama mengangguk.
“Lizbet lihat. Ini waktu kamu bisa berdiri” Mama menunjukkan foto lain. Aku keren sekali memakai kacamata hitam.
“Ini Ulang tahun pertama, Ma.” Kataku sambil menunjuk foto diriku dengan kue yang ada satu buah lilin menyala. “Mama mengangguk.
Aku begitu menikmati foto-foto saat aku kecil. Mama begitu teliti mengambil saat penting dalam masa bayiku. Ada foto saat aku mandi, makan sendiri, juga foto dengan Eyang Putri,Eyang Kakung, Opa dan Oma.
“Nah, sayang. Adikmu Arvin juga akan seperti kamu. Sekarang ia belum bisa apa-apa. Aktivitasnya tidur, menyusu, mandi. Kalau perlu apa-apa, cuma bisa menangis. Lapar menangis. Pipis menangis. Semua harus ditolong. Nanti perlahan-lahan, ia akan belajar tengkurap, duduk, merangkak, berdiri dan berjalan. Sekarang adikmu belum bisa makan apa-apa kecuali minum susu. Nanti ia akan belajar makan sama seperti kita.”
“Nanti Arvin bisa membaca, ya Ma.”
“Iya, kamu yang ajarkan, ya. Kamu nanti ajarkan adikmu menggambar, mewarnai. Mau kan?” tanya Mama.
“Mau, Ma.” Aku mulai mengerti, Adikku masih kecil, belum bisa apa-apa.
Tiba-tiba Papa muncul membawa sebuah kado.
“Kado buat siapa, Pa?” tanyaku penasaran.
“Ya ..buat kamu.”
“Memangnya aku ulang tahun? Kan ulang tahunku masih enam bulan lagi.”
“Ini kado dari Papa dan Mama buat Lizbet.”
“Selamat jadi kakak, sayang.” Mama dan Papa memeluk dan menciumku.
Aku bahagia sekali. Mama Papa masih sayang dan memperhatikan aku. Ngga cuma Arvin yang dapet kado.
“Oooeek....oooeeekk...” Arvin menangis. Kami segera berlari menuju kamar. Ternyata Arvin ngompol. Tanpa disuruh Mama, ku ambilkan popok baru.
“Ini, Ma.”
“Terima kasih, sayang. Kamu memang kakak yang baik.” Mama tersenyum bahagia.Aku berjanji akan jadi kakak yang baik buat adikku Arvin.
Oleh: Mama Donya
“Daag....” Terdengar suara Tante Atik berpamitan. Akhirnya tamu terakhir pulang juga. Sepanjang hari ini aku kesal sekali. Sejak Mama pulang ke rumah dengan Arvin adik baruku, banyak tamu berdatangan. Mereka membawa kado buat Arvin. Semuanya begitu gembira melihat adikku yang umurnya baru 5 hari. Aku diacuhkan. Bahkan Bi Ami yang sering menemani aku bermain begitu sibuk mengurus tamu-tamu itu.
“Sebentar ya, Mbak Liz. Bibi bikin minum dulu buat tamu,” katanya menolak saat aku memintanya menemani ke taman.
Kesal sekali aku hari ini. Mama Papa lebih memperhatikan adikku. Apalagi adikku itu suka sekali mencari perhatian dengan tangisannya. Kadang aku kasihan sekali melihat Mama, baru saja ia duduk makan, tiba-tiba Si Arvin menangis. Terpaksa Mama meletakkan sendoknya tidak jadi makan untuk melihatnya. Dasar manja.
“Liz....kamu dimana?” terdengar suara Mama memanggilku. Aku diam saja. Rasa kesal di hatiku ngga hilang-hilang.
“Sepertinya tadi masuk kamar, Bu. Dari tadi siang cemberut terus.” Ku dengar Bi Ami berbicara kepada Mama.
Apa-apaan sih Bi Ami ngadu-ngadu ke Mama.
“Liz...kamu sudah tidur?” Mama duduk di samping tempat tidurku. “Kamu belum makan sayang.” Mama mengguncang-guncangkan badan ku.
“Ngga lapar!” jawabku kesal. Padahal perutku dari tadi sudah keroncongan.
Mama tersenyum. “Bohong.....Ayo bangun makan sama Mama dan Papa. Lapar nih.. dari tadi menemani tamu terus ...” rayu Mama.
Akhirnya aku bangun. “Dik Arvin kemana, Ma,” tanyaku.
“Adikmu sedang tidur. Tadi Mama sudah menyusuinya. Kalo perutnya sudah diisi, ia pasti tidur. Ayo kita makan sebelum Arvin bangun.”
Papa Mama dan aku pun makan malam bersama.
“Liz, sepanjang hari ini, kok kelihatannya kamu kesal. Malah mengurung diri di kamar. Kenapa sayang?” tanya Papa.
“Abis Liz kesal. Ngga ada yang memperhatikan, Liz. Semua memperhatikan Dik Arvin. Liz dicuekin.”
Papa malah tersenyum sambil melirik Mama. Apa sih maksudnya seperti ada rahasia diantara mereka.
“Ooohh. Maafkan kami, sayang. Adikmu kan masih bayi, belum bisa apa-apa. Mama Papa juga harus menemani tamu,” kata Mama mencoba memberi pengertian kepadaku.
Tapi dalam hati aku masih kesal.
“Liz, ke sini sayang” Mama membawa sebuah album foto. Aku segera mengikutinya ke ruang keluarga.
“Foto siapa, Ma?” tanyaku.
“Coba lihat... kira-kira ini foto siapa....” tanya Mama sambil menunjukkan sebuah foto bayi mungil.
Wajahnya mirip seperti Dik Arvin. Tapi foto ini sudah lama. Ngga mungkin fotonya Dik Arvin. Mama yang tampak menggendong bayi itu juga lain. Mama tampak masih muda.
“ Ini siapa sih, Ma? Kok mirip Dik Arvin. Kalo yang ini pasti Mama,” kataku sambil menunjuk gambar Mama.
“Ini kamu sayang.Dulu kamu juga sama kecilnya seperti Arvin. ” Mama kemudian memperlihatkan foto yang lain. “Ini foto kamu ketika bisa tengkurap.”
Aku berusaha menerima bahwa foto itu adalah diriku waktu bayi.
“Ini saat kamu bisa duduk.” Aku tersenyum. Aku tampak cantik di foto itu memakai topi berwarna merah sambil tersenyum.
“Oya, foto ini pernah masuk majalah, sayang.” Mama berdiri menuju rak buku mencari majalah yang dikatakannya tadi.
“Ini dia.”
Benar. Fotoku waktu bayi pernah masuk majalah. Aku sangat bangga.
“Ada lagi, Ma,” pintaku pada Mama untuk menunjukkan foto yang lain.
“Kamu pernah juara merangkak,Liz” Mama menunjukkan fotoku digendong Mama, Papa memegang sebuah piala dan sekeranjang hadiah.
“Ohh.. Piala yang diatas rak buku itu, ya Ma.” Mama mengangguk.
“Lizbet lihat. Ini waktu kamu bisa berdiri” Mama menunjukkan foto lain. Aku keren sekali memakai kacamata hitam.
“Ini Ulang tahun pertama, Ma.” Kataku sambil menunjuk foto diriku dengan kue yang ada satu buah lilin menyala. “Mama mengangguk.
Aku begitu menikmati foto-foto saat aku kecil. Mama begitu teliti mengambil saat penting dalam masa bayiku. Ada foto saat aku mandi, makan sendiri, juga foto dengan Eyang Putri,Eyang Kakung, Opa dan Oma.
“Nah, sayang. Adikmu Arvin juga akan seperti kamu. Sekarang ia belum bisa apa-apa. Aktivitasnya tidur, menyusu, mandi. Kalau perlu apa-apa, cuma bisa menangis. Lapar menangis. Pipis menangis. Semua harus ditolong. Nanti perlahan-lahan, ia akan belajar tengkurap, duduk, merangkak, berdiri dan berjalan. Sekarang adikmu belum bisa makan apa-apa kecuali minum susu. Nanti ia akan belajar makan sama seperti kita.”
“Nanti Arvin bisa membaca, ya Ma.”
“Iya, kamu yang ajarkan, ya. Kamu nanti ajarkan adikmu menggambar, mewarnai. Mau kan?” tanya Mama.
“Mau, Ma.” Aku mulai mengerti, Adikku masih kecil, belum bisa apa-apa.
Tiba-tiba Papa muncul membawa sebuah kado.
“Kado buat siapa, Pa?” tanyaku penasaran.
“Ya ..buat kamu.”
“Memangnya aku ulang tahun? Kan ulang tahunku masih enam bulan lagi.”
“Ini kado dari Papa dan Mama buat Lizbet.”
“Selamat jadi kakak, sayang.” Mama dan Papa memeluk dan menciumku.
Aku bahagia sekali. Mama Papa masih sayang dan memperhatikan aku. Ngga cuma Arvin yang dapet kado.
“Oooeek....oooeeekk...” Arvin menangis. Kami segera berlari menuju kamar. Ternyata Arvin ngompol. Tanpa disuruh Mama, ku ambilkan popok baru.
“Ini, Ma.”
“Terima kasih, sayang. Kamu memang kakak yang baik.” Mama tersenyum bahagia.Aku berjanji akan jadi kakak yang baik buat adikku Arvin.
Selasa, 04 Maret 2008
Garam Beryodium
Garam Beryodium
Hari ini aku senang sekali. Mama mengajakku membantunya memasak.
“Ma, ini tempenya sudah selesai dipotong-potong.”
“Pintar. Sekarang kamu kupas bawang merah,ya. Berani ngga?”tanya Mama.
“Aahh...Mama ngeledek, ya. Berani, kok. Keluar air mata sedikit ngga pa pa, “ kataku.
“Mana, Ma bawangnya.”
“Itu sudah mama siapkan di meja dapur. Hati-hati, sayang.”
“Siip, Ma!”
“Ma, kenapa sih Mama jarang masak daging atau ayam? Tempe, tahu, telur melulu.” tanyaku.
“Liza sayang, kita khan bukan orang kaya. Papa mu hanya karyawan biasa yang gajinya pas-pasan. Jika ada uang lebih, Mama tabung buat biaya sekolahmu. Yang penting makanan yang kita makan tetap bergizi. Makanan bergizi khan nggak harus mahal.”kata Mama menjelaskan sambil menyiangi kangkung.
“Aduh, Mama lupa. Garamnya habis. Setelah selesai mengupas bawang, tolong belikan garam di warung Bu Ummi, ya.”
Setelah selesai mengupas bawang aku segera pergi ke Warung Bu Ummi untuk membeli garam pesanan Mama.
“Bilang Bu Ummi garam yang beryodium, ya.”
“Yodium, ya Ma.” Aku berusaha mengingat-ingat.
“Yodium.....yodium..... Apa sih yodium?” tanyaku dalam hati.
Saat melewati gang aku terkejut. Ada apa di leher ibu itu? Aku berpapasan dengan seorang ibu yang mempunyai benjolan di lehernya. Aku takut sekali. Aku berpura-pura memetik bunga di pinggir jalan supaya tidak melihat ibu itu.Akhirnya ibu itu lewat juga. Aku segera bergegas menuju warung Bu Ummi.
“Bu Ummi, beli garam beryodium,”pintaku pada Bu Ummi.
“Duh....pintar sekali. Ini Liza, garamnya,” kata Bu Ummi sambil menyerahkan garam. Aku segera menyerahkan uang kepada Bu Ummi.
“Terima kasih, Bu” kata Liza.
“Sama-sama.” balas Bu Ummi.
Sambil berlari aku pulang ke rumah. Tak sabar aku ingin menceritakan pengalamanku tadi pada mama.
“Ma...Mama...!” teriakku.
“Ada apa, sayang? Kok kamu ngos-ngosan begitu. Habis lari-lari,ya?”tanya Mama.
“Iya, Ma. Aku tadi ketemu ibu yang ada benjolan besar di lehernya. Aku takut,Ma,” ceritaku sambil mengatur nafas.
“Ibu itu sakit apa sih,Ma? Aku mengambil air minum.
“Ohh...Pasti kamu ketemu Mbok Ijah, pembantu barunya Bu Wati,” kata Mama.
“Mbok Ijah itu sakit gondok.”
Aku jadi penasaran. “Ooohhh...Kenapa bisa sakit gondok, Ma? Serem banget bisa ada benjolan besar di leher.”
“Waktu kecil pasti Mbok Ijah kekurangan yodium.”
“Yodium....Seperti garam beryodium yang aku beli tadi,Ma?”
“Betul, sayang.” Mama tersenyum.
“Yodium itu apa sih, Ma?” Aku masih penasaran.
Sambil membubuhi garam pada tumis kangkungnya, Mama menlanjutkan penjelasannya.
“Yodium itu sejenis mineral yang diperlukan oleh tubuh kita. Kebutuhannya ngga banyak,sih, tapi penting untuk merangsang hormon yang namanya tiroksin. Fungsinya untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak seperti kamu. Hormon tiroksin itu letaknya di bagian leher. Itulah sebabnya kalau kekurangan yodium ada benjolan di leher.”
“Ooooh....Kalau begitu yang banyak garamnya, Ma. Aku ngga mau kekurangan yodium,” kataku. Aku takut leherku ada benjolan seperti Mbok Ijah.
“Ha...ha..ha.... Nanti keasinan dong,sayang. Malah ngga enak masakan mama. Ingat ngga, Mama bilang kan kebutuhan yodium kita ngga banyak. Tapi harus ada. “
“Oh iya. Aku lupa. Rendaman tempe ini diberi garam beryodium juga, Ma?” tanyaku.
“Iya cukup satu sendok teh.” kata Mama.
Siang itu aku makan dengan lahap sekali. Walaupun hanya makan sayur kangkung dan goreng tempe, namun makanan ini bergizi. Dan yang penting Mama sudah memberikan garam beryodium supaya aku tumbuh sehat dan tidak kena sakit gondok.
Hari ini aku senang sekali. Mama mengajakku membantunya memasak.
“Ma, ini tempenya sudah selesai dipotong-potong.”
“Pintar. Sekarang kamu kupas bawang merah,ya. Berani ngga?”tanya Mama.
“Aahh...Mama ngeledek, ya. Berani, kok. Keluar air mata sedikit ngga pa pa, “ kataku.
“Mana, Ma bawangnya.”
“Itu sudah mama siapkan di meja dapur. Hati-hati, sayang.”
“Siip, Ma!”
“Ma, kenapa sih Mama jarang masak daging atau ayam? Tempe, tahu, telur melulu.” tanyaku.
“Liza sayang, kita khan bukan orang kaya. Papa mu hanya karyawan biasa yang gajinya pas-pasan. Jika ada uang lebih, Mama tabung buat biaya sekolahmu. Yang penting makanan yang kita makan tetap bergizi. Makanan bergizi khan nggak harus mahal.”kata Mama menjelaskan sambil menyiangi kangkung.
“Aduh, Mama lupa. Garamnya habis. Setelah selesai mengupas bawang, tolong belikan garam di warung Bu Ummi, ya.”
Setelah selesai mengupas bawang aku segera pergi ke Warung Bu Ummi untuk membeli garam pesanan Mama.
“Bilang Bu Ummi garam yang beryodium, ya.”
“Yodium, ya Ma.” Aku berusaha mengingat-ingat.
“Yodium.....yodium..... Apa sih yodium?” tanyaku dalam hati.
Saat melewati gang aku terkejut. Ada apa di leher ibu itu? Aku berpapasan dengan seorang ibu yang mempunyai benjolan di lehernya. Aku takut sekali. Aku berpura-pura memetik bunga di pinggir jalan supaya tidak melihat ibu itu.Akhirnya ibu itu lewat juga. Aku segera bergegas menuju warung Bu Ummi.
“Bu Ummi, beli garam beryodium,”pintaku pada Bu Ummi.
“Duh....pintar sekali. Ini Liza, garamnya,” kata Bu Ummi sambil menyerahkan garam. Aku segera menyerahkan uang kepada Bu Ummi.
“Terima kasih, Bu” kata Liza.
“Sama-sama.” balas Bu Ummi.
Sambil berlari aku pulang ke rumah. Tak sabar aku ingin menceritakan pengalamanku tadi pada mama.
“Ma...Mama...!” teriakku.
“Ada apa, sayang? Kok kamu ngos-ngosan begitu. Habis lari-lari,ya?”tanya Mama.
“Iya, Ma. Aku tadi ketemu ibu yang ada benjolan besar di lehernya. Aku takut,Ma,” ceritaku sambil mengatur nafas.
“Ibu itu sakit apa sih,Ma? Aku mengambil air minum.
“Ohh...Pasti kamu ketemu Mbok Ijah, pembantu barunya Bu Wati,” kata Mama.
“Mbok Ijah itu sakit gondok.”
Aku jadi penasaran. “Ooohhh...Kenapa bisa sakit gondok, Ma? Serem banget bisa ada benjolan besar di leher.”
“Waktu kecil pasti Mbok Ijah kekurangan yodium.”
“Yodium....Seperti garam beryodium yang aku beli tadi,Ma?”
“Betul, sayang.” Mama tersenyum.
“Yodium itu apa sih, Ma?” Aku masih penasaran.
Sambil membubuhi garam pada tumis kangkungnya, Mama menlanjutkan penjelasannya.
“Yodium itu sejenis mineral yang diperlukan oleh tubuh kita. Kebutuhannya ngga banyak,sih, tapi penting untuk merangsang hormon yang namanya tiroksin. Fungsinya untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak seperti kamu. Hormon tiroksin itu letaknya di bagian leher. Itulah sebabnya kalau kekurangan yodium ada benjolan di leher.”
“Ooooh....Kalau begitu yang banyak garamnya, Ma. Aku ngga mau kekurangan yodium,” kataku. Aku takut leherku ada benjolan seperti Mbok Ijah.
“Ha...ha..ha.... Nanti keasinan dong,sayang. Malah ngga enak masakan mama. Ingat ngga, Mama bilang kan kebutuhan yodium kita ngga banyak. Tapi harus ada. “
“Oh iya. Aku lupa. Rendaman tempe ini diberi garam beryodium juga, Ma?” tanyaku.
“Iya cukup satu sendok teh.” kata Mama.
Siang itu aku makan dengan lahap sekali. Walaupun hanya makan sayur kangkung dan goreng tempe, namun makanan ini bergizi. Dan yang penting Mama sudah memberikan garam beryodium supaya aku tumbuh sehat dan tidak kena sakit gondok.
Lalatah dan Lalatih
Sampah di depan rumah Abbi dan tetangganya menumpuk. Maklum sudah 3 hari Pak Ujang, tukang sampah yang tiap hari mengangkut sampah di komplek sedang sakit tifus. Komplek yang biasanya bersih, sekarang banyak sampah menumpuk menimbulkan bau tak sedap.
Bau sampah itu mengundang perhatian Lalatah dan Lalatih, dua ekor lalat hijau. “Lalatih, hari kita main yuk ke komplek yang bau itu,” kata Lalatah. “Pasti banyak makanan yang lezat di sana.” Tanpa menjawab Lalatih langsung terbang menuju komplek diikuti Lalatah.
“Kita ke sana, Lalatah,” teriak Lalatih sambil terbang menuju tempat sampah di depan rumah Abbi. “Wah sudah berapa lama nih sampah di sini, pasti enak rasanya,” kata Lalatih gembira. Segera ia menuangkan cairan khusus seperti air liur dengan belalai (prosbosis), ke atas sampah ikan sebagai makanan pilihannya, cairan itu mengubah kekentalan makanan tersebut sehingga Lalatih mudah menyerapnya. Kemudian, Lalatih menyerap makanan tersebut dengan pompa penyerap di kerongkongannya melalui belalai tadi. Lalatah menelan air liurnya menyaksikan Lalatih begitu menikmati makanannya. Tak mau kalah ia pun segera memilih sisa sayuran yang sudah membusuk. Ia melakukan hal yang sama seperti Lalatih. Memang begitulah cara lalat menyantap makanannya. Kedua lalat itu begitu menikmati makanan mereka. “Lalatah, bagaimana kalau sementara kita tinggal di daerah ini. Aku sangat senang, pasti kita tidak akan kelaparan.” usul Lalatih. “Setuju!”sahut Lalatah. Kedua lalat itu pun berleha-leha karena kekenyangan.
“Eeh, Lalatih, kamu mencium bau udang favoritmu?” kata Lalatah. “Iya, ya! Sepertinya dari dalam rumah. Yuk kita cari!” ujar Lalatih semangat. Kedua lalat hijau itu pun segera menuju bagian dapur rumah Abbi. Di sana Mama Abbi sedang mengupas kulit udang. Lalatah dan Lalatih menunggu kesempatan untuk menyantap udang tersebut. Akhirnya kesempatan itu datang ketika Mama Abbi mendekati televisi, ia menaruh perhatian pada berita siang mengenai longsornya tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Bantar Gebang. Para pemulung menjadi korban pada kejadian itu. “Kasihan mereka, padahal para pemulung itu mencari nafkah dari sampah-sampah.”gumam Mama Abbi sambil terus menyaksikan berita, ia lupa pada udang yang sedang dibersihkannya. Lalatah dan Lalatih pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Mereka segera menyantap udang-udang segar itu. Saking senangnya mereka berdengung begitu keras sehingga menyadarkan Mama Abbi. “Aduh udangku!”teriaknya. “Hush.hush....pergi lalat kurang ajar!” katanya sambil mengusir Lalatah dan Lalatih dengan sapu lidi. Lalatah dan Lalatih segera menghindar mencari tempat yang aman untuk bersembunyi. “Huh...hampir saja aku kena sabet.” keluh Lalatah sambil terengah-engah. “Sementara kita istirahat di taman dulu. Sepertinya ada pohon belimbing yang bunganya sedang mekar, kita main-main di bunga-bunga, yuk! Kita kan bisa membantu penyerbukan.” kata Lalatih. “Nanti kita balik lagi, ya. Aku masih penasaran dengan udang tadi.” Lalatah dan Lalatih pun bermain-main dari bunga ke bunga.
Di dapur Mama Abbi melanjutkan memasak udang asam manis kesukaan Abbi. Jam satu siang Abbi pun pulang. “Mama..mama... aku pulang!” teriak Abbi. “Capek sayang, mama masak udang asam manis kegemaran kamu“ kata Mama sambil mencium kening Abbi. “Asyik! Aku jadi lapar nih, Ma!” kata Abbi senang. “Aku ganti baju dulu ya, Ma” katanya sambil berlari ke kamar. “Iya. Jangan lupa cuci tangan.” kata Mama Abbi.
Tak lama kemudian, Abbi pun siap menyantap udang kesukaannya. “Ma, tadi aku ketika lewat depan rumah Pak RT, aku mendengar Pak RT bicara dengan Bu Mia. Katanya Pak Ujang, tukang sampah, sakitnya parah, jadi besok akan diganti orang lain.” cerita Abbi. “Syukur deh! Sampah di depan sudah menumpuk dan berbau. Tadi ada dua lalat hijau masuk dapur ketika Mama memasak.” kata Mama. “Wah, hati-hati, Ma! Mereka pasti masih ada di sekitar sini.” kata Abbi. “Iya, ada lalat berarti ada sampah. Baru 3 hari sampah ngga diangkut sudah menimbulkan masalah.”ujar Mama Abbi. “Sampah benar-benar merepotkan, ya Ma.” Kata Abbi. Ketika Abbi dan Mamanya makan, Lalatah dan Lalatih kembali masuk dapur dan bersembunyi di balik pintu. Mereka sedang menunggu kesempatan mencicipi udang asam manis Mama Abbi.
“Bi, tadi Mama melihat berita di televisi, tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Bantar Gebang longsor menimpa pemulung. Kasihan sekali mereka.”cerita Mama Abbi. “Berarti sampahnya banyak sekali. Oya, Ma. Tadi Bu Guru menerangkan, penyakit Tifus disebabkan karena makan makanan yang tidak bersih, Ma. Mungkin Pak Ujang makan makanan yang telah dihinggapi lalat, ya Ma. Kan, setiap hari Pak Ujang memegang sampah dan pergi dari tempat sampah ke tempat sampah.” kata Abbi. “Bisa jadi, Bi. Makanya kamu, harus menjaga kebersihan dan jangan lupa mencuci tangan sebelum makan.” nasehat Mama. “Nanti kita tutup yang rapat tempat sampah di depan. Semua sampah sudah Mama masukan dalam kantong plastik supaya baunya tidak keluar. Ayo dihabiskan makannya.” ujar Mama Abbi sambil membawa piring kotor ke tempat cuci piring. Lalatah dan Lalatih melihat kesempatan emas. Abbi sedang asyik menghabiskan makanannya. Mama Abbi sedang di dapur. Secepat kilat mereka menuju piring udang asam manis di tengah meja makan. Dalam sekejap Lalatih dan Lalatah telah berada di atas udang asam manis. Abbi terkejut. Sambil mengusir Lalatah dan Lalatih ia berteriak,”Mama..Mama... lalatnya datang!” Mama tergesa-gesa datang sambil membawa sapu lidi. “Mana lalatnya, Bi!”teriak Mama. “Itu Ma, dia mendekati meja makan lagi!” seru Abbi. Lalatah dan Lalatih segera mengambil ancang-ancang untuk kembali menyentuh udang asam manis Mama Abbi. Mama Abbi pun tak kalah sigap dengan gemas ia menunggu kesempatan kedua lalat hijau itu mendekat. Lalatah mengambil inisiatif lebih dahulu untuk mendekati meja makan. Oups... Mama mengebaskan sapu lidinya. Nyaris saja Lalatah terkena kibasan sapu lidi. Tak lama kemudian Lalatih pun menyusul. Wow....ia segera menjauh karena sapu lidi Mama Abbi menghadangnya. Hampir saja ia kena. Untung matanya sangat sensitif terhadap gerakan mendadak. Lensa pada mata lalat berbentuk segi enam sehingga memberikan bidang penglihatan yang jauh lebih besar dari pada lensa biasa. Struktur bulat matanya juga memungkinkan lalat bisa melihat ke belakang tubuh. “Bagaimana Lalatih... masih penasaran?”ujar Lalatah sambil terengah-engah. “Iya, nih. Tadi aku sempat mencicipi sedikit, enak sekali masakan Mama Abbi itu. Kau tunggu di sini, aku coba lagi mendekat. Seru sekali kalau ada tantangan seperti ini.” sahut Lalatih bersemangat. Ia pun segera mengambil ancang-ancang. Secepat kilat ia terbang mendekati meja makan. Ia berkonsentrasi pada piring udang asem manis. Saat meluncur, Lalatih melihat sapu lidi Mama Abbi mendekat, oups ia menghindar, konsentrasinya sedikit buyar, ia tak melihat Abbi yang sedang menunggunya dengan raket pengusir nyamuk. “Pletakkk!” terdengar bunyi percikan api dari raket pengusir nyamuk. Lalatih tersengat listrik berarus rendah dari raket pengusir nyamuk yang dipegang Abbi. “Oohh tidak! Lalatih!” teriak Lalatah. Lalatih jatuh ke lantai. Ia tewas seketika. “Yes, kena! “ teriak Abbi. “Itu, Ma satu lagi di sana!”seru Abbi sambil menunjuk Lalatah yang terpana menyaksikan kematian Lalatih. Merasa ada bahaya mengancam segera Lalatah pergi sambil menangis. “Ohh, Lalatih, malang benar nasibmu.”isaknya sedih.
Lalatah segera meninggalkan rumah Abbi. Ia mampir sebentar di tempat sampah untuk terakhir kalinya untuk melihat telur-telur lalat yang tadi dikeluarkan Lalatih. Besok atau lusa telur itu akan pecah, dan membentuk larva-larva sampai lepas dari kepompongnya. Penerus Lalatih akan siap terbang sebagai lalat dewasa sekitar enam atau tujuh hari lagi. “Selamat tinggal Lalatih, semoga penerusmu tidak mengalami nasib seperti engkau,” ujar Lalatah sambil meninggalkan komplek. Ia tidak akan kembali ke komplek itu lagi karena pasti ia akan sedih mengingat Lalatih.Esok harinya, pagi-pagi sekali pengganti Udin, pengganti Pak Ujang datang dengan mendorong gerobak sampah. Dengan semangat ia membersihkan sampah-sampah yang sudah empat hari tidak terangkut. Komplek tempat tinggal Abbi sekarang bersih kembali.
Bau sampah itu mengundang perhatian Lalatah dan Lalatih, dua ekor lalat hijau. “Lalatih, hari kita main yuk ke komplek yang bau itu,” kata Lalatah. “Pasti banyak makanan yang lezat di sana.” Tanpa menjawab Lalatih langsung terbang menuju komplek diikuti Lalatah.
“Kita ke sana, Lalatah,” teriak Lalatih sambil terbang menuju tempat sampah di depan rumah Abbi. “Wah sudah berapa lama nih sampah di sini, pasti enak rasanya,” kata Lalatih gembira. Segera ia menuangkan cairan khusus seperti air liur dengan belalai (prosbosis), ke atas sampah ikan sebagai makanan pilihannya, cairan itu mengubah kekentalan makanan tersebut sehingga Lalatih mudah menyerapnya. Kemudian, Lalatih menyerap makanan tersebut dengan pompa penyerap di kerongkongannya melalui belalai tadi. Lalatah menelan air liurnya menyaksikan Lalatih begitu menikmati makanannya. Tak mau kalah ia pun segera memilih sisa sayuran yang sudah membusuk. Ia melakukan hal yang sama seperti Lalatih. Memang begitulah cara lalat menyantap makanannya. Kedua lalat itu begitu menikmati makanan mereka. “Lalatah, bagaimana kalau sementara kita tinggal di daerah ini. Aku sangat senang, pasti kita tidak akan kelaparan.” usul Lalatih. “Setuju!”sahut Lalatah. Kedua lalat itu pun berleha-leha karena kekenyangan.
“Eeh, Lalatih, kamu mencium bau udang favoritmu?” kata Lalatah. “Iya, ya! Sepertinya dari dalam rumah. Yuk kita cari!” ujar Lalatih semangat. Kedua lalat hijau itu pun segera menuju bagian dapur rumah Abbi. Di sana Mama Abbi sedang mengupas kulit udang. Lalatah dan Lalatih menunggu kesempatan untuk menyantap udang tersebut. Akhirnya kesempatan itu datang ketika Mama Abbi mendekati televisi, ia menaruh perhatian pada berita siang mengenai longsornya tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Bantar Gebang. Para pemulung menjadi korban pada kejadian itu. “Kasihan mereka, padahal para pemulung itu mencari nafkah dari sampah-sampah.”gumam Mama Abbi sambil terus menyaksikan berita, ia lupa pada udang yang sedang dibersihkannya. Lalatah dan Lalatih pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Mereka segera menyantap udang-udang segar itu. Saking senangnya mereka berdengung begitu keras sehingga menyadarkan Mama Abbi. “Aduh udangku!”teriaknya. “Hush.hush....pergi lalat kurang ajar!” katanya sambil mengusir Lalatah dan Lalatih dengan sapu lidi. Lalatah dan Lalatih segera menghindar mencari tempat yang aman untuk bersembunyi. “Huh...hampir saja aku kena sabet.” keluh Lalatah sambil terengah-engah. “Sementara kita istirahat di taman dulu. Sepertinya ada pohon belimbing yang bunganya sedang mekar, kita main-main di bunga-bunga, yuk! Kita kan bisa membantu penyerbukan.” kata Lalatih. “Nanti kita balik lagi, ya. Aku masih penasaran dengan udang tadi.” Lalatah dan Lalatih pun bermain-main dari bunga ke bunga.
Di dapur Mama Abbi melanjutkan memasak udang asam manis kesukaan Abbi. Jam satu siang Abbi pun pulang. “Mama..mama... aku pulang!” teriak Abbi. “Capek sayang, mama masak udang asam manis kegemaran kamu“ kata Mama sambil mencium kening Abbi. “Asyik! Aku jadi lapar nih, Ma!” kata Abbi senang. “Aku ganti baju dulu ya, Ma” katanya sambil berlari ke kamar. “Iya. Jangan lupa cuci tangan.” kata Mama Abbi.
Tak lama kemudian, Abbi pun siap menyantap udang kesukaannya. “Ma, tadi aku ketika lewat depan rumah Pak RT, aku mendengar Pak RT bicara dengan Bu Mia. Katanya Pak Ujang, tukang sampah, sakitnya parah, jadi besok akan diganti orang lain.” cerita Abbi. “Syukur deh! Sampah di depan sudah menumpuk dan berbau. Tadi ada dua lalat hijau masuk dapur ketika Mama memasak.” kata Mama. “Wah, hati-hati, Ma! Mereka pasti masih ada di sekitar sini.” kata Abbi. “Iya, ada lalat berarti ada sampah. Baru 3 hari sampah ngga diangkut sudah menimbulkan masalah.”ujar Mama Abbi. “Sampah benar-benar merepotkan, ya Ma.” Kata Abbi. Ketika Abbi dan Mamanya makan, Lalatah dan Lalatih kembali masuk dapur dan bersembunyi di balik pintu. Mereka sedang menunggu kesempatan mencicipi udang asam manis Mama Abbi.
“Bi, tadi Mama melihat berita di televisi, tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Bantar Gebang longsor menimpa pemulung. Kasihan sekali mereka.”cerita Mama Abbi. “Berarti sampahnya banyak sekali. Oya, Ma. Tadi Bu Guru menerangkan, penyakit Tifus disebabkan karena makan makanan yang tidak bersih, Ma. Mungkin Pak Ujang makan makanan yang telah dihinggapi lalat, ya Ma. Kan, setiap hari Pak Ujang memegang sampah dan pergi dari tempat sampah ke tempat sampah.” kata Abbi. “Bisa jadi, Bi. Makanya kamu, harus menjaga kebersihan dan jangan lupa mencuci tangan sebelum makan.” nasehat Mama. “Nanti kita tutup yang rapat tempat sampah di depan. Semua sampah sudah Mama masukan dalam kantong plastik supaya baunya tidak keluar. Ayo dihabiskan makannya.” ujar Mama Abbi sambil membawa piring kotor ke tempat cuci piring. Lalatah dan Lalatih melihat kesempatan emas. Abbi sedang asyik menghabiskan makanannya. Mama Abbi sedang di dapur. Secepat kilat mereka menuju piring udang asam manis di tengah meja makan. Dalam sekejap Lalatih dan Lalatah telah berada di atas udang asam manis. Abbi terkejut. Sambil mengusir Lalatah dan Lalatih ia berteriak,”Mama..Mama... lalatnya datang!” Mama tergesa-gesa datang sambil membawa sapu lidi. “Mana lalatnya, Bi!”teriak Mama. “Itu Ma, dia mendekati meja makan lagi!” seru Abbi. Lalatah dan Lalatih segera mengambil ancang-ancang untuk kembali menyentuh udang asam manis Mama Abbi. Mama Abbi pun tak kalah sigap dengan gemas ia menunggu kesempatan kedua lalat hijau itu mendekat. Lalatah mengambil inisiatif lebih dahulu untuk mendekati meja makan. Oups... Mama mengebaskan sapu lidinya. Nyaris saja Lalatah terkena kibasan sapu lidi. Tak lama kemudian Lalatih pun menyusul. Wow....ia segera menjauh karena sapu lidi Mama Abbi menghadangnya. Hampir saja ia kena. Untung matanya sangat sensitif terhadap gerakan mendadak. Lensa pada mata lalat berbentuk segi enam sehingga memberikan bidang penglihatan yang jauh lebih besar dari pada lensa biasa. Struktur bulat matanya juga memungkinkan lalat bisa melihat ke belakang tubuh. “Bagaimana Lalatih... masih penasaran?”ujar Lalatah sambil terengah-engah. “Iya, nih. Tadi aku sempat mencicipi sedikit, enak sekali masakan Mama Abbi itu. Kau tunggu di sini, aku coba lagi mendekat. Seru sekali kalau ada tantangan seperti ini.” sahut Lalatih bersemangat. Ia pun segera mengambil ancang-ancang. Secepat kilat ia terbang mendekati meja makan. Ia berkonsentrasi pada piring udang asem manis. Saat meluncur, Lalatih melihat sapu lidi Mama Abbi mendekat, oups ia menghindar, konsentrasinya sedikit buyar, ia tak melihat Abbi yang sedang menunggunya dengan raket pengusir nyamuk. “Pletakkk!” terdengar bunyi percikan api dari raket pengusir nyamuk. Lalatih tersengat listrik berarus rendah dari raket pengusir nyamuk yang dipegang Abbi. “Oohh tidak! Lalatih!” teriak Lalatah. Lalatih jatuh ke lantai. Ia tewas seketika. “Yes, kena! “ teriak Abbi. “Itu, Ma satu lagi di sana!”seru Abbi sambil menunjuk Lalatah yang terpana menyaksikan kematian Lalatih. Merasa ada bahaya mengancam segera Lalatah pergi sambil menangis. “Ohh, Lalatih, malang benar nasibmu.”isaknya sedih.
Lalatah segera meninggalkan rumah Abbi. Ia mampir sebentar di tempat sampah untuk terakhir kalinya untuk melihat telur-telur lalat yang tadi dikeluarkan Lalatih. Besok atau lusa telur itu akan pecah, dan membentuk larva-larva sampai lepas dari kepompongnya. Penerus Lalatih akan siap terbang sebagai lalat dewasa sekitar enam atau tujuh hari lagi. “Selamat tinggal Lalatih, semoga penerusmu tidak mengalami nasib seperti engkau,” ujar Lalatah sambil meninggalkan komplek. Ia tidak akan kembali ke komplek itu lagi karena pasti ia akan sedih mengingat Lalatih.Esok harinya, pagi-pagi sekali pengganti Udin, pengganti Pak Ujang datang dengan mendorong gerobak sampah. Dengan semangat ia membersihkan sampah-sampah yang sudah empat hari tidak terangkut. Komplek tempat tinggal Abbi sekarang bersih kembali.
My little angle

Donya, nama malaikat kecilku.
Nama lengkapnya : Gabriella Elizabet Widhi Purwandani
Berat 2,95 kg panjang 46 cm. Mungil sekali.
Ini saat usianya 2 tahun 8 bulan.
Dia suka sekali menyanyi.
Lagu favoritnya Bintang Kecil.
Langganan:
Postingan (Atom)















