Selasa, 25 Maret 2008

Leaflet Pepulih 2004

Sadarkah Anda, setiap hari Anda menghasilkan sampah?

Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan hidup di wilayah perkotaan khususnya di Jakarta. Volume sampah di Jakarta pada tahun 2000 adalah 9.380.500 m3 setahun. Sampai saat ini masalah sampah belum teratasi secara efektif dan menyeluruh. Hal ini berkaitan erat dengan pengetahuan dan perilaku masyarakat. Padahal dengan sedikit pengetahuan dan kesadaran dari masing-masing anggota masyarakat, sampah tidak lagi menjadi masalah bahkan dapat menambah pendapatan dan menghemat pengeluaran.

Sampah merupakan barang/benda yang sudah tidak dikehendaki oleh pemilik/pemakainya. Sampah dapat dikelompokkan menjadi sampah industri dan sampah rumah tangga. Tahukah anda bahwa kenyataannya, rumah tangga adalah penyumbang sampah terbesar di Jakarta yaitu 51.22 %.

Sampah rumah tangga dibagi menjadi dua jenis yaitu Sampah basah dan Sampah kering.

Sampah basah sering disebut sampah organik yaitu sampah dari bahan yang mudah membusuk seperti sisa makanan, daging, sayur mayur, buah-buahan.

Sedangkan sampah kering dibedakan menjadi dua yaitu Sampah Logam dan Sampah Non Logam..
Sampah Logam, contohnya: baterai bekas dan besi tua dari pagar rumah tangga, pintu, teralis, drum, dll.
Sampah Non Logam dibagi menjadi beberapa jenis yaitu plastik, kertas, gelas/kaca, keramik.

Sampah plastik contohnya : plastik dalam bentuk pembungkus, kantong sampah, tas, botol makanan/soft drink, mainan anak-anak, wadah kosmetika, pengemas/wadah margarine, susu, dll

Sampah kertas contohnya : Koran, tabloid, majalah, buku dan lembaran dokumen.
Sampah gelas/kaca contohnya : botol kecap, botol minuman, gelas, piring dll.

Bagaimana kita memperlakukan sampah rumah tangga tersebut?

Caranya pertama sampah harus kumpulkan di tempat-tempat tertentu dan dipilah-pilah berdasarkan jenisnya. Pembakaran sampah bukan jalan keluar karena menambah polusi udara. Karena pembakaran sampah mengeluarkan gas pada hujan asam (acid rain), racun logam berat (toxic heavy metal) dan dioxins. Sampah baterai harus diperlakukan secara khusus karena dampak B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) terhadap kesehatan tak boleh diabaikan.

Setelah itu perubahan perilaku dengan menerapkan 4 R yaitu Reduce/Mengurangi, Reuse/Menggunakan ulang, Recycle/Mendaur ulang dan Replant/Menanam kembali.

Bagaimana prakteknya?

Reduce/Mengurangi atau tepatnya menghemat pemakaian.
Menghemat pemakaian listrik,air,kertas, bahan bakar, dll.
Contohnya:
Jika berbelanja, biasakan membawa tas atau kantong belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.
Biasakan membeli barang kebutuhan seperti shampoo, inyak goring atau pembersih lantai dalam kemasan besar. Lebih hemat dan praktis dari pada membeli dalam ukuran kecil yang pasti akan memperbanyak sampah.
Gunakan piring dan gelas jika ada pesta atau pertemuan. Mengkonsumsi minuman dalam kemasan dan peralatan pesta dari plastik seperti box nasi akan memperbanyak sampah.
Setiap halaman rumah hendaknya tidak ditutup semua dengan semen tetapi diberi sedikir tanah mempunyai menjadi resapan air sehingga jika turun hujan air tidak mengalir keluar melainkan terserap kedalam tanah.

Reuse/Menggunakan ulang
Contohnya:
Untuk mengemas makanan, gunakan kotak makanan yang mudah dibersihkan dan dapat digunakan kembali.
Untuk sehari-hari biasakan menggunakan satu gelas untuk minum, berganti-ganti gelas akan menghabiskan air dan sabun untuk mencucinya.
Belilah kecap dalam kemasan botol yang bisa ditukar jika anda membeli kembali.
Bekas botol selai atau kopi dapat dihias dan dijadikan tempat permen yang cantik.
Ember bekas dapat dijadikan pot tanaman atau alat pembuat kompos.
Air cucian beras, sayur mayur, teh basi dan air aquarium dapat digunakan untuk menyiram tanaman.
Air cucian pakaian bilasan terakhir dapat digunakan untuk mengepel lantai atau mencuci sepeda, motor atau ban mobil.
Buku-buku pelajaran yang sudah tidak terpakai dapat disumbangkan kepada orang yang membutuhkan.
Biasakan menggunakan kertas atau fotocopy secara bolak balik. Dengan menghemat penggunaan kertas berarti anda mengurangi penebangan pohon yang menjadi bahan baku pembuatan kertas.

Recycle/Mendaur ulang
Contohnya:
Kertas bekas Koran atau majalah dapat didaur ulang menjadi kertas daur ulang yang menjadi kertas yang bernilai seni tinggi.
Sampah plastik seperti gelas/botol air minum dalam kemasan dapat didaur ulang menjadi busa untuk sofa, sebaiknya dikumpulkan dan diberikan kepada pemulung.

Replant/Menanam kembali.
Contohnya:
Biji-bijian dari cabe, tomat, pepaya dan buah-buahan lainnya dapat ditanam. Setelah berbuah dapat mengurangi pengeluaran uang belanja. Begitu juga dengan tanaman obat serta bumbu dapur yang sangat mudah menanamnya.
Sampah dapur sisa sayur dan buah dapat diolah menjadi pupuk organik dan kompos sehingga tanaman ditanam tanpa memakai pupuk kimiawi.
Menanam sebanyak mungkin tanaman di rumah. Dengan demikian rumah menjadi sehat, sejuk dan berlimpah oksigen.

Jika setiap keluarga melakukan contoh-contoh diatas, seperti menghemat sumber daya air, listrik berarti setiap anggota keluarga melatih sikap tidak boros dan konsumtif. Harus disadari bahwa sumber daya alam mempunyai keterbatasan. Selain itu dengan pemilahan sampah sebelum diberikan kepada pemulung, kita memperlakukan pemulung dengan lebih manusiawi karena pemulung tidak perlu lagi mengais-ngais sampah. Dengan demikian setiap anggota keluarga mempunyai sikap ramah dan menghargai semua ciptaan Tuhan, termasuk alam, manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan.

Pemanfaatan sampah dapur/sampah organik menjadi kompos dan pupuk organik.

Kumpulkan kulit telur, sayur mayur, kulit buah buahan dan sisa-sisa makanan seperti nasi, tulang ayam, ikan, dll
Potong-potong sisa sayur dan kulit buah-buahan menjadi potongan yang lebih kecil. Kulit telur, tulang ayam dan ikan dihancurkan. Setelah dipotong-potong siap menjadi bahan kompos.
Siapkan wadah kompos :
alternatif pertama dari tong bekas cat atau ember bekas yang ada tutupnya dan telah diberi penyaring dan keran dibagian bawahnya
alternatif lain siapkan kantong plastik.
Masukan bahan kompos ke dalam tong bekas atau kantong plastik.
Siapkan cairan mikroorganisma.
Lalu semprotkan secara merata pada bahan kompos.
Tutup tong atau ikat kantong plastik.
Hari berikutnya jika ada sampah dapur, lalukan cara no. 2 s.d. 7. begitu seterusnya. Jangan lupa untuk mengaduk bahan kompos yang baru dengan yang lama agar hasilnya merata.
Jika tong atau kantong sudah penuh. Diamkan selama 3 (tiga) minggu. Setelah 3 (tiga) minggu, bahan kompos akan menyusut dan terbagi menjadi kompos dan pupuk cair.
Pupuk cair dapat diambil melalui keran. Sedangkan kantong plastik dapat digunting bagian ujungnya sehingga cairan dapat ditampung.
Kompos padat kemudian dijemur selama seminggu atau sampai kering. Setelah kering siap digunakan. Jika ingin halus dapat dihancurkan dengan ditumbuk atau menggunakan alat pengiling.

Tidak ada komentar: