Rabu, 05 Maret 2008

“Belajar pakai lilin”

“Belajar pakai lilin”


Pagi ini aku sudah rapi siap berangkat ke sekolah.
“Kris pergi sekolah dulu,Ma,” pamitku pada Mama.
“Lampu di kamarmu sudah dimatikan belum?” tanya Mama.
“Kayaknya belum, Ma.”
“Sana matikan dulu. Mulai sekarang kalau kamar kosong, lampunya dimatikan, ya,” pesan Mama.
Aku segera berlari ke kamar untuk mematikan lampu.
Duh... Mama ngga ngerti aku lagi buru-buru. Aku harus cepat sampai di sekolah. jam pertama ada ulangan sains, aku mau belajar lagi di kelas.
“Kris berangkat,Ma.” Aku mencium tangan Mama.
“Hati-hati di jalan. Sukses ya ulangannya.”

***
Kris!” Mama memanggil aku. “Kamu di mana?
“Diluar, Ma. Di atas pohon. Liza minta tolong metik jambu.”
Setelah selesai memetik jambu, aku segera bergegas ke dapur menemui Mama.
“Ada apa, Ma?” tanyaku.
“Kris, televisinya masih ditonton ngga?”tanya Mama.
“Ngga,Ma. Aku mau makan jambu sama Dik Liza. Lagi pula film kartunnya sudah habis.”
“Kalau begitu dimatikan dong. Sayang listriknya terbuang percuma. Nanti bayarnya jadi mahal.”
“Iya, Ma.”
“Lain kali kalau sudah tidak ditonton televisinya dimatikan,ya”
“Hmmm.” Mama cerewet banget sih hari ini. Tadi pagi lampu disuruh dimatikan. Sekarang televisi.
Setelah mematikan televisi aku segera ke halaman belakang menyusul adikku Liza yang sedang asyik makan jambu hasil petikanku.
***
Hm...Masakan mama enak sekali. Malam ini aku makan dengan nikmat.
“Besok ada ulangan apa, Kris?”tanya Mama.
“Sosial, Ma.”
“Sudah belajar, belum?”tanya Papa
“Belum, Pa. Habis makan saja. Aku mau nambah lagi, boleh ngga? Enak sekali masakan Mama.”
“Ya sudah cepat,”kata Mama
Kenyang sekali perutku. Wah...aku jadi ngantuk. Tapi aku harus belajar, banyak yang harus dihapalkan.
Aku masuk kamar mengambil buku pelajaranku. Baru saja aku duduk di meja belajar tiba-tiba lampu mati.
“Ma....gelap!” teriakku kaget.
Adikku Liza menangis. “Ma...takut...!”
“Kalian tetap di tempat. Papa cari lilin dulu.”
Tak lama kemudian Papa datang membawa lilin.
“Ini lilinnya,” kata Papa. “Waktu Papa kecil, kalau belajar pakai lampu minyak, kalau minyaknya habis pakai lilin karena di kampung belum ada listrik. Sekarang kamu bisa merasakan bagaimana rasanya belajar pakai lilin. Lain kali belajar jangan malam-malam, ya.”
“Iya, Pa.”
Wah...apes sekali aku. Mana hapalannya banyak. Malam ini aku belajar dengan susah payah. Sinar lilin tidak seterang lampu listrik. Mataku jadi perih dan berair terkena asap lilin.
“Huuaaah...” Aku menguap kencang sekali.
“Kalau sudah mengantuk kamu tidur saja, Kris,” kata Mama dari belakang mengejutkanku. “Iya, Ma. Tapi masih ada yang belum hapal,”keluhku.
“Diteruskan besok pagi saja. Kamu sekarang tidur besok bangun pagi-pagi.”
Mama membimbingku ke tempat tidur.
“Kamu ingat tadi Mama meminta kamu mematikan lampu dan juga televisi?”tanya Mama.
“Iya, kenapa Ma?”tanyaku penasaran.
“Matinya listrik malam ini karena banyak orang sangat boros memakai listrik. Jadi PLN tidak kuat memenuhi kebutuhan listrik yang sangat besar dari masyarakat. Makanya Mama meminta kamu mematikan lampu jika tidak dipakai dan televisi jika tidak ditonton untuk menghemat listrik. Minimal kita telah berbuat sesuatu.”
“Huuaaah” Sambil mengantuk aku berusaha memahami apa yang dijelaskan Mama. Aku pun tertidur lelap.

***

“Kring.....kring...” Alarm wekerku berbunyi. Aku segera melompat dari tempat tidur. “Ulangan!” Aku segera mengambil buku sosial dan melanjutkan menghapal untuk ulangan hari ini. Lampu sudah menyala.
“Kris sudah jam 6. Cepat mandi, nanti kamu terlambat sekolah,” teriak Mama dari dapur.
“Iya,Ma.” Segera ku ambil handukku dan mandi. Setelah Mandi dan berpakaian ku rapikan buku-buku pelajaranku. Aku segera ke ruang makan untuk sarapan. Begitu aku duduk di meja makan.
“Oups!” aku ingat belum mematikan lampu kamar. Segera ku berlari ke kamar untuk mematikan lampu.
***
“Kris pergi sekolah dulu,Ma,” pamitku pada Mama.
“Lampu di kamarmu sudah dimatikan belum?” tanya Mama.
“Kayaknya..... sudah, Ma,” jawabku sambil mengedipkan mata.
Mama mengacungkan jempol. “Itu baru anak mama.”
“Kris berangkat,Ma.” Aku mencium tangan Mama.“Hati-hati di jalan. Sukses ya ulangannya.”

Tidak ada komentar: